Jantung berdebar saat berlari, latihan di gym, atau menjalani sesi HYROX training kerap dianggap sebagai respons normal tubuh terhadap aktivitas fisik.

Namun, kondisi tersebut tidak selalu bisa dianggap sepele.

>>> Persib vs Arema: Maung Bandung Tanpa Mariano Peralta

Pada kondisi tertentu, jantung berdebar yang muncul saat berolahraga justru dapat menjadi tanda aritmia atau gangguan irama jantung.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan dari Mayapada Hospital Surabaya, dr. Rerdin Julario, Sp.

JP(K), mengatakan masyarakat perlu memahami perbedaan antara peningkatan detak jantung yang normal saat berolahraga dengan gejala aritmia.

Menurutnya, jantung berdebar saat olahraga perlu diwaspadai apabila muncul tiba-tiba, terasa berbeda dari biasanya, berlangsung lama, berulang tanpa pemicu jelas, atau disertai nyeri dada, sesak napas, pusing berat, lemas, hingga hampir pingsan.

"Risiko aritmia juga meningkat pada orang dengan riwayat penyakit jantung, gagal jantung, serangan jantung, gangguan irama sebelumnya, atau keluarga dengan riwayat kematian mendadak," terang dr. Rerdin.

Ia melanjutkan, pada beberapa kasus, aritmia dapat membuat jantung tidak mampu memompa darah secara efektif sehingga aliran darah ke otak dan organ penting berkurang.

"Kondisi ini dapat menyebabkan pingsan, tekanan darah turun, hingga berkembang menjadi kondisi yang mengancam nyawa," ungkap dr. Rerdin.

Pemeriksaan dan Penanganan Aritmia

Jika muncul gejala tersebut, untuk memastikan penyebab keluhan, pemeriksaan irama jantung perlu dilakukan.

>>> Netanyahu Perintahkan Operasi Besar-besaran di Tepi Barat

Dokter Agung Fabian Chandranegara, Sp.

JP(K), FIHA dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan menjelaskan, pemeriksaan dapat dilakukan melalui EKG, pemantauan detak jantung selama beberapa waktu, USG jantung, hingga pemeriksaan lanjutan sesuai kondisi pasien.