>>> Kredit Rp2.575 Triliun Menganggur di Bank, Ini Penjelasan OJK

Di sisi lain, Garda Revolusi Iran juga meminta masyarakat di negara-negara sekitar untuk menjauhi pangkalan militer yang menjadi lokasi penempatan pasukan Amerika Serikat.

Seruan tersebut muncul di tengah meningkatnya aktivitas militer kedua pihak.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menggelar pertemuan dengan para penasihat keamanan nasional untuk membahas perkembangan konflik dengan Iran.

Pertemuan itu membahas kemungkinan langkah lanjutan pemerintah AS, termasuk opsi meningkatkan serangan militer.

Namun, belum ada keputusan resmi yang diumumkan dari pertemuan tersebut.

Gedung Putih juga belum memberikan keterangan terkait hasil pembahasan tersebut.

Dalam kesempatan lain, Trump menyebut negosiasi dengan Iran sebagai yang "paling serius yang pernah kita lihat".

Meski demikian, ia menegaskan tidak terburu-buru untuk mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan pemerintahnya tidak akan menyerah terhadap tekanan dari Washington.

Iran menyatakan tetap akan mempertahankan sikapnya menghadapi langkah-langkah Amerika Serikat.

Dengan situasi yang masih memanas, Selat Hormuz menjadi salah satu titik paling rawan dalam konflik Iran-AS.

>>> Cara Cek Status Penyaluran Bansos 2026 Tahap 1, 2, dan 3

Gangguan terhadap jalur tersebut berpotensi memberikan dampak terhadap perdagangan global, terutama sektor energi.