Iran membantah adanya negosiasi dengan Amerika Serikat, meskipun konflik bersenjata antara kedua negara telah berhenti sementara.

Teheran menyatakan bahwa klaim mengenai dialog tersebut merupakan rekayasa yang disebarkan oleh pihak lain.

>>> Komisaris Kimia Farma Sumarjati Arjoso Tutup Usia

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengonfirmasi bahwa pihaknya menerima pesan dari mediator terkait perkembangan di kawasan.

Namun, ia menegaskan komunikasi tersebut tidak sama dengan proses negosiasi langsung dengan Washington.

Sikap tegas Iran ini muncul setelah konflik 13 hari dengan Amerika Serikat yang akhirnya mereda.

>>> Sumur Rakyat Aceh Berpotensi Tutup Kesenjangan Produksi Migas 2026

Meskipun tidak ada serangan terbaru, ketegangan kedua negara masih berlanjut terkait pengelolaan Selat Hormuz.

Fokus pada Selat Hormuz

Iran bersikeras bahwa pengaturan lalu lintas kapal di Selat Hormuz harus melibatkan Iran dan Oman, sebagai negara yang berbatasan langsung dengan jalur laut strategis tersebut.

Baqaei menjelaskan bahwa pembahasan dengan Oman adalah masalah bilateral dan tidak ada hubungannya dengan Amerika Serikat. Pembicaraan tersebut fokus pada mekanisme perjalanan kapal yang aman melalui Selat Hormuz.

>>> Kasus Kredivo-KrediFazz, OJK Diminta Perketat Aturan Penagihan Utang

Saat ini, Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terus melakukan pengawasan ketat terhadap kapal-kapal yang melintas di wilayah tersebut, bahkan menghentikan beberapa kapal yang dianggap melewati jalur ilegal.

Ketegangan di Selat Hormuz, yang merupakan rute utama pengiriman energi global, menjadi salah satu pemicu utama memburuknya hubungan Iran dan Amerika Serikat.

Baqaei juga mengkritik Amerika Serikat, menyebut perilaku Washington dalam beberapa tahun terakhir tidak membangun kepercayaan.

>>> Honor Band 11 Buka Pre-order, Model Pro GPS Hadir dengan Fitur Baru

Diplomasi sulit berjalan jika Iran menilai AS masih menggunakan tekanan dan tindakan militer sebagai alat utama.