PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) semakin agresif memperluas pasar internasional. Langkah ini diwujudkan melalui pengoperasian fasilitas produksi dan dermaga khusus ekspor di Tuban, Jawa Timur.

Fasilitas tersebut memiliki kapasitas hingga 1 juta ton semen per tahun. Keberadaannya juga menjadi solusi menghadapi kelebihan pasokan di pasar domestik.

>>> PBPI Luncurkan Program Sertifikasi Pelatih Nasional Padel

Direktur Utama SIG Indrieffouny Indra menyatakan bahwa infrastruktur ekspor di Tuban akan menjadi motor pertumbuhan bisnis masa depan perusahaan.

"Melalui fasilitas ini, SIG menargetkan ekspor sebesar 450.000 metrik ton semen tipe khusus ke Amerika Serikat sepanjang 2026," ujarnya, Jumat (12/6/2026).

Perluasan pasar ini dilakukan melalui kemitraan strategis antara anak usaha SIG, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk (SMCB), dengan produsen semen asal Jepang, Taiheiyo Cement Corporation.

Aliansi ini diharapkan memperkuat posisi perusahaan dalam rantai pasok industri bahan bangunan global.

Indrieffouny menambahkan bahwa transformasi bisnis tidak hanya fokus pada penguatan pasar dalam negeri.

SIG juga mendongkrak kontribusi penjualan ekspor untuk mengoptimalkan utilitas pabrik dan membuka peluang bisnis jangka panjang.

>>> Bioskop Korea Selatan Tayangkan Kembali Film Animasi K-Pop Demon Hunters

Komisaris Utama SIG Sigit Widyawan menilai peresmian infrastruktur ekspor ini sebagai titik awal tantangan baru. "Menjaga kualitas tetap menjadi prioritas utama untuk meningkatkan daya saing.

Setelah itu, aspek efisiensi juga harus terus diperkuat agar semakin kompetitif," ujar Sigit.

Berdasarkan kinerja kuartal I/2026, volume penjualan SIG tumbuh 1,7% secara tahunan (yoy) menjadi 8,71 juta ton.

Pertumbuhan ini ditopang oleh penjualan domestik yang melesat 5,4% yoy, dengan segmen semen kantong naik 11% yoy.

Realisasi tersebut berada di atas pertumbuhan permintaan semen kantong nasional yang sebesar 7,0%. Sementara itu, penjualan di tingkat regional mengalami kontraksi 8% yoy.

>>> Saham Wall Street Menguat Dipicu Lonjakan IPO SpaceX

Secara finansial, SIG membukukan pendapatan Rp8,29 triliun pada kuartal I/2026. Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp80 miliar.