Elon Musk resmi mencetak sejarah sebagai triliuner pertama di dunia. Status tersebut diraih setelah saham SpaceX mulai diperdagangkan di bursa Nasdaq pada Jumat (12/6/2026).

Saham SpaceX dibanderol 135 dolar AS per lembar saat IPO. Harga tersebut langsung meroket begitu perdagangan dibuka.

>>> Tyo Nugros Dicekal ke Malaysia karena Utang Perusahaan ke Negara

Nilai pembukaan tercatat di angka 150 dolar AS. Dalam 30 menit, harga saham naik menuju 165 dolar AS.

Harga sempat menyentuh titik tertinggi 176,45 dolar AS per lembar. Angka ini mencerminkan kenaikan 30,7 persen dari harga IPO.

Volume perdagangan menembus 475,8 juta lembar saham. Jumlah tersebut menunjukkan perebutan saham yang masif oleh investor.

Pada akhir sesi, saham SpaceX berkode SPCX ditutup di level 159 dolar AS. Posisi ini masih 17,8 persen di atas harga IPO.

Menariknya, Musk tidak hadir di gedung Nasdaq, New York, untuk membunyikan bel pembuka. Ia melakukan seremonial dari Starbase, markas SpaceX di Texas Selatan.

"Sulit dipercaya bahwa sebuah perusahaan kecil yang dimulai di sebuah gudang di El Segundo kini melantai dengan IPO terbesar yang pernah ada," kata Musk dalam pidato singkatnya.

Melalui kenaikan saham SpaceX, nilai kepemilikan Elon Musk bertambah sekitar 188 miliar dolar AS hanya dalam hitungan jam.

Tambahan tersebut mendorong total asetnya melewati ambang 1 triliun dolar AS.

Sebelum IPO, Forbes memperkirakan kekayaan Musk berkisar 780-795 miliar dolar AS. Pasca-IPO, jumlah tersebut melonjak hingga 1,1 triliun dolar AS atau sekitar Rp 18.000 triliun.

Rincian Aset Kekayaan Elon Musk

Berdasarkan data Forbes, sebagian besar kekayaan Musk berasal dari saham SpaceX senilai 765 miliar dolar AS. Sisanya berasal dari saham Tesla dan aset lainnya.