Nilai pasar SpaceX melesat melewati angka US$ 2 triliun setelah saham perusahaan antariksa tersebut melonjak sebesar 19 persen dalam debut perdananya di bursa Nasdaq pada Jumat (12/6/2026).

Pertumbuhan pesat ini sekaligus mengukuhkan posisi Elon Musk sebagai triliuner pertama di dunia melalui penawaran umum perdana (IPO) yang memecahkan rekor senilai US$ 75 miliar.

>>> Kemenag Edukasi Masyarakat tentang Konsep Harta Waris dalam Islam

Perdagangan hari pertama mencatat perpindahan tangan lebih dari 510 juta lembar saham dengan nilai total mencapai sekitar US$ 84 miliar.

Meskipun SpaceX belum mencatatkan keuntungan finansial dan hanya memproduksi sebagian kecil pendapatan dibandingkan raksasa teknologi lain, saham ditutup pada posisi US$ 160,95 per lembar.

Kapitalisasi pasar SpaceX yang kini menyentuh US$ 2,1 triliun berhasil menggeser posisi Broadcom dan mendekati nilai pasar Amazon yang berada di angka US$ 2,6 triliun.

Kelancaran proses IPO ini meredakan kekhawatiran pelaku pasar atas kemampuan operasional bursa Nasdaq dalam menangani peluncuran skala besar di tengah volatilitas sektor kecerdasan buatan (AI).

Alokasi saham untuk investor ritel mencapai sekitar 20 persen, jumlah yang jauh lebih tinggi daripada rata-rata porsi penawaran perdana pada umumnya.

Para petinggi perusahaan seperti Presiden Gwynne Shotwell dan CFO Bret Johnsen merayakan pencapaian ini langsung di Times Square, New York, sedangkan Musk mengadakan selebrasi terpisah bersama karyawan di Texas.

Dana investasi pasif dan ETF diperkirakan akan segera menyerap saham ini seiring rencana masuknya SpaceX ke dalam indeks Nasdaq 100 melalui jalur cepat dalam waktu satu bulan.

Peluncuran ini berdampak negatif bagi kompetitor sektor antariksa dan satelit, seperti terlihat dari jatuhnya saham Planet Labs sebesar 9 persen dan EchoStar sebesar 11 persen.