SpaceX mengklaim memiliki potensi pasar masif hingga US$ 28,5 triliun dengan modal keunggulan operasional yang menyumbang lebih dari empat perlima massa peluncuran ke orbit bumi dalam tiga tahun terakhir.

Walaupun beberapa analis memberikan sentimen positif, lembaga riset Morningstar menilai valuasi wajar perusahaan berada di angka US$ 780 miliar, sementara CFRA langsung memberikan peringkat jual.

"Bagi banyak investor, SpaceX adalah hal yang paling mendekati investasi di 'jaringan kereta api selama Revolusi Industri' dan mereka bersedia membayar harga premium Elon Musk untuk kesempatan itu," kata Seth Hickle, kepala investasi di Mindset Wealth Management di Indianapolis.

>>> Kenali Sunset Anxiety dan Cara Tepat Mengatasi Gelisah di Sore Hari

Pihak manajemen portofolio mengingatkan pelaku pasar untuk mengantisipasi tingginya volatilitas karena jumlah saham beredar yang relatif sedikit di awal masa pencatatan ini.

"Pertanyaannya adalah, apa yang akan terjadi dalam beberapa minggu ke depan. Saat ini, orang ingin menaikkan harga saham karena saat ini saham tersebut sedang bagus.

Apakah akan tetap seperti itu, masih harus dilihat," kata Todd Schoenberger, kepala investasi di Crosscheck Management di Washington, D.

C.

Keberhasilan finansial dari penawaran saham perdana ini juga melipatgandakan nilai investasi yang pernah ditanamkan oleh para pemodal awal sejak masa rintisan.

"Elon pantas mendapatkan harga premium yang sangat tinggi karena rekam jejaknya dan visinya dalam memprediksi tren teknologi sejak dini," kata Shaun Maguire, mitra Sequoia Capital yang memimpin investasi perusahaan sebesar $2 miliar di SpaceX.

Lonjakan kapitalisasi ini diproyeksikan bakal mencetak sekitar 4.000 miliarder baru dari kalangan internal karyawan maupun mantan pekerja perusahaan lewat kepemilikan opsi saham mereka.