Pemerintah Irak bergerak cepat merespons protes keras yang dilayangkan oleh pihak Arab Saudi.

Langkah ini diambil setelah adanya tudingan bahwa sejumlah drone yang menyerang wilayah Saudi diluncurkan dari teritori Baghdad.

>>> Pentingnya Skin Barrier untuk Melindungi Kulit Bayi yang Tipis

Perdana Menteri Irak Ali Al Zaidi secara langsung memerintahkan otoritas berwenang untuk mendalami klaim tersebut.

Juru bicara perdana menteri, Sabah Al Numan, menyampaikan pengumuman resmi terkait penyelidikan ini pada hari Senin.

Pemerintah menegaskan komitmen konstitusional untuk menjaga prinsip bertetangga yang baik dengan negara-negara sahabat.

Irak memastikan wilayahnya tidak boleh dijadikan sebagai jalur atau landasan peluncuran serangan terhadap pihak manapun.

>>> Hasil Piala AFF 2026: Malaysia Perkasa Hantam Laos Empat Gol Tanpa Balas

Saat ini, tim berwenang sedang memeriksa berbagai bukti serta informasi yang diserahkan oleh pihak Riyadh.

Tindakan hukum tegas dijanjikan bagi pihak mana pun yang terbukti terlibat dalam aksi provokatif tersebut.

Sebelumnya, ketegangan diplomatik sempat memanas di antara kedua negara akibat insiden keamanan ini.

Kementerian Pertahanan Saudi melaporkan adanya sejumlah pesawat nirawak yang mengarah ke fasilitas minyak di Provinsi Timur.

>>> Ekspansi Kredit Dorong Laba Bersih BCA Capai Rp29,5 Triliun pada 2026

Meski berhasil dicegat dan dihancurkan, serangan tersebut memicu kemarahan mendalam dari pemerintah Riyadh.

Situasi tegang ini muncul menjelang rencana kunjungan kerja Perdana Menteri Ali Al Zaidi ke Riyadh.

Agenda kunjungan yang dijadwalkan pada akhir Juli tersebut bertujuan membahas berbagai kerja sama strategis.

Salah satu fokus utama pembahasan adalah rencana mengaktifkan kembali jalur pipa ekspor minyak.

>>> One Piece: 8 Superhero yang Bisa Dikalahkan Luffy dan Sebaliknya

Pengamat politik Universitas Baghdad menilai insiden drone ini berpotensi mengacaukan agenda diplomasi ekonomi tersebut.