Kulit bayi dan anak ternyata belum sekuat kulit orang dewasa dalam menghadapi berbagai macam paparan zat luar.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kulit si kecil masih lebih tipis sehingga sangat rentan mengalami kekeringan dan iritasi.

>>> Hasil Piala AFF 2026: Malaysia Perkasa Hantam Laos Empat Gol Tanpa Balas

Penelitian dari Stamatas GN dkk. pada tahun 2010 menyebutkan bahwa kulit bayi sekitar 30 persen lebih tipis daripada orang dewasa.

Kemampuan kulit bayi untuk mengunci kadar air juga belum berkembang secara optimal sehingga lebih mudah kehilangan kelembapan.

Dokter spesialis anak Ian Suryadi Suteja menyampaikan bahwa menjaga kesehatan skin barrier adalah aspek penting dalam mendukung kesehatan kulit.

Kulit yang terjaga dengan baik dapat melindungi anak dari iritasi serta membuat mereka lebih nyaman menjalani aktivitas.

Penggunaan pelembap bagi kulit bayi dinilai sangat penting agar pertahanan kulit tetap kuat dan tidak mudah meradang.

Jika skin barrier dalam kondisi bagus, anak tidak gampang terkena iritasi dan bisa tidur dengan lebih nyenyak.

Kondisi tidur yang nyenyak tersebut juga membantu hormon pertumbuhan anak berkembang dengan baik setiap harinya.

>>> Ekspansi Kredit Dorong Laba Bersih BCA Capai Rp29,5 Triliun pada 2026

Hal ini menjadi semakin krusial bagi bayi atau anak yang mempunyai riwayat alergi dalam keluarganya.

Pada kelompok anak dengan alergi, skin barrier umumnya lebih mudah terganggu sehingga kulit rentan kemerahan.

Orang tua perlu cermat memilih produk perawatan kulit yang mampu membantu menjaga fungsi pelindung alami tersebut.

Beberapa bahan yang banyak digunakan antara lain ceramide untuk memperkuat lapisan pelindung kulit.

Selain itu, terdapat colloidal oatmeal extract yang dikenal dapat membantu menenangkan kulit bayi.