Presiden FIFA Gianni Infantino meluapkan kemarahannya di tengah gelombang kritik yang menerpa ajang Piala Dunia 2026.

Ia menuding sejumlah pihak sengaja menyebarkan kebencian serta rumor palsu mengenai turnamen sepak bola terakbar tersebut.

>>> Indonesia Resmi Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026 Bersama Hong Kong

Melalui unggahan di media sosial, pimpinan tertinggi sepak bola dunia itu mengeklaim jalannya kompetisi berlangsung aman seratus persen.

Namun, pembelaan tersebut justru memicu sorotan tajam karena dianggap mengabaikan berbagai persoalan serius di lapangan.

Salah satu masalah utama yang disorot publik adalah kebijakan pembatasan perjalanan Amerika Serikat yang menyulitkan suporter.

>>> Fokus Pengembangan SDM Unggul, Telkom Raih Lestari Award 2026

Pendukung dari negara peserta seperti Iran, Haiti, Senegal, dan Pantai Gading dilaporkan menghadapi kendala besar untuk masuk.

Kapten tim nasional Iran Mehdi Taremi bahkan secara terbuka menyebut penyelenggaraan turnamen ini sebagai sebuah bencana besar.

Selain itu, insiden maut di Mexico City yang merenggut nyawa empat orang tidak disinggung sama sekali dalam pernyataan tersebut.

>>> Komentar Menteri Keuangan Purbaya Terkait Posisi Gubernur BI

FIFA juga masih harus menghadapi penyelidikan terkait lonjakan harga tiket serta kontroversi keputusan disiplin pemain Folarin Balogun.

Balogun sebelumnya sempat dijatuhi sanksi larangan bermain sebelum akhirnya dibatalkan secara mendadak oleh Komite Disiplin.

Keputusan kontroversial itu sempat dikaitkan dengan klaim komunikasi antara Presiden Donald Trump dan pihak federasi.

>>> 22 Armada Damkar Padamkan Kebakaran Gudang di Jakarta Selatan

Meski demikian, Infantino menegaskan bahwa perdebatan mengenai keputusan wasit maupun sanksi disiplin adalah hal yang lumrah.