Analis KeyBanc Prediksi Penurunan Tajam Saham Apple di Tengah Valuasi Tinggi
Analis KeyBanc Capital Markets bernama Brandon Nispel memberikan proyeksi yang cukup mengejutkan terkait pergerakan nilai saham Apple di bursa.
Ia memprediksi potensi koreksi mencapai 26 persen menjelang rilis laporan keuangan perusahaan yang dijadwalkan pada hari Kamis mendatang.
>>> Core Scientific Jalin Kemitraan 15 Tahun dengan AMD untuk Perluas Infrastruktur AI
Pandangan pesimistis ini didasari oleh kekhawatiran terhadap strategi kenaikan harga perangkat iPhone yang dinilai dapat menekan pertumbuhan unit penjualan.
Menurut Nispel, perlambatan penjualan unit pada akhirnya akan berdampak langsung pada pertumbuhan basis pengguna serta pendapatan layanan secara keseluruhan.
Selain itu, ia menyoroti valuasi saham Apple yang saat ini diperdagangkan pada kisaran 34 kali lipat dari rasio harga terhadap pendapatan.
Angka tersebut dinilai terlalu tinggi mengingat perusahaan kini beralih dari model pertumbuhan berbasis volume menuju pertumbuhan berbasis penetapan harga.
>>> Steelers Konfirmasi Status PUP untuk Jalen Ramsey serta Donte Kent
Catatan pasar menunjukkan bahwa saham Apple telah mencatatkan kenaikan sekitar 24 persen sepanjang tahun ini di tengah ketidakpastian ekonomi.
Performa tersebut bahkan melampaui kenaikan indeks S&P 500 yang berada di angka 8 persen menurut laporan dari AlphaSpace.
Di sisi lain, analis Goldman Sachs bernama Michael Ng justru menyampaikan sudut pandang yang berbeda mengenai masa depan perusahaan.
>>> Badai Monsoon Landa Phoenix Picu Kebakaran dan Pemadaman Listrik
Ia memperkirakan bahwa pengembangan fitur kecerdasan buatan atau AI secara berkelanjutan akan mendorong permintaan jangka panjang.
Integrasi teknologi tersebut diyakini mampu memperluas ekspansi layanan melalui monetisasi aplikasi pihak pertama maupun pihak ketiga.
Kelipatan harga terhadap pendapatan masa depan Apple saat ini berada di angka 31,6 kali yang melampaui rata-rata dalam sepuluh tahun terakhir.
Rasio nilai perusahaan terhadap EBITDA dan pendapatan juga terpantau lebih tinggi dibandingkan rata-rata historis jangka panjang.
>>> Mentan Dorong Ekspor Komoditas Perkebunan Indonesia ke Lebanon
Meskipun ada peringatan penurunan, banyak investor masih menganggap saham Apple sebagai aset pelindung di tengah dinamika sektor teknologi.
Update Terbaru
Misteri Suara Ketukan Aneh pada Lambung Pesawat Luar Angkasa Shenzhou 5
Rabu / 29-07-2026, 02:14 WIB
Studi Besar Ungkap Rutinitas Harian yang Kurangi Risiko Kanker Usus pada Wanita
Rabu / 29-07-2026, 02:14 WIB
Pohon Buah Eksotis Asal Tiongkok yang Mempercantik Tampilan Kebun
Rabu / 29-07-2026, 02:14 WIB
Gagal Bersaing di Bioskop China, Dua Film Ini Pilih Mundur dari Peredaran
Rabu / 29-07-2026, 02:14 WIB
Dell Rilis XPS 13, Dell 14S, 16S, dan Alienware 15 di India
Rabu / 29-07-2026, 02:08 WIB
HONOR Robot Phone Siap Meluncur dengan Kamera Ganda 200MP dan Dukungan ARRI Log-C3
Rabu / 29-07-2026, 02:07 WIB
Pilihan Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori dan Meratakan Tekstur
Rabu / 29-07-2026, 02:07 WIB
Peruntungan 4 Shio 29 Juli 2026, Titik Balik Hidup Lebih Baik
Rabu / 29-07-2026, 02:07 WIB
Kisah ATFAC Ubah Masa Depan Anak Lewat Peringatan Hari Anak Nasional
Rabu / 29-07-2026, 02:00 WIB
Cara Cek Status Penerima Bansos Tahap 3 2026 Lewat Situs Resmi
Rabu / 29-07-2026, 02:00 WIB
Tips Klaim Saldo Gratis DANA Kaget Tanpa Takut Tautan Palsu
Rabu / 29-07-2026, 02:00 WIB
Cara dapat cuan dari aplikasi penghasil uang 2026 terpercaya
Rabu / 29-07-2026, 02:00 WIB
Netanyahu Hadapi Gelombang Unjuk Rasa Besar Selama di Washington
Rabu / 29-07-2026, 01:56 WIB
Pemerintah Uji Coba Penyaluran Bansos Kopdes Merah Putih
Rabu / 29-07-2026, 01:56 WIB







