Wilayah metropolitan Phoenix dikejutkan oleh badai petir monsoon pagi hari yang datang dengan cepat pada tanggal 28 Juli 2026.

Fenomena cuaca ekstrem ini memicu pemadaman listrik massal, sejumlah kebakaran rumah, serta gangguan operasional di bandara.

>>> Mentan Dorong Ekspor Komoditas Perkebunan Indonesia ke Lebanon

Kelembapan monsoon yang melonjak dari Meksiko membawa curah hujan lokal lebat, sambaran petir intens, serta embusan angin kencang.

Ribuan pelanggan utilitas terdampak langsung oleh pemadaman tersebut, termasuk lebih dari 1.800 warga di dekat Indian School Road.

Selain itu, lebih dari 1.300 pelanggan Salt River Project di wilayah Mesa turut mengalami gangguan pasokan listrik akibat badai.

Tim pemadam kebakaran di East Valley dan pusat kota Phoenix langsung dikerahkan untuk menangani berbagai insiden darurat.

Sambaran petir dilaporkan membakar sejumlah pohon palem dan struktur bangunan tempat tinggal tidak lama setelah pukul 7 pagi.

Salah seorang warga Gilbert menceritakan detik-detik menegangkan ketika ia terbangun akibat suara petir yang sangat keras.

>>> Perluas Akses Kuliah, BINUS Scholarship Bidik Generasi Muda

Petugas pemadam kebakaran sempat menyampaikan kepada warga tersebut bahwa ada empat lokasi kebakaran lain yang lebih parah.

Respons cepat diberikan oleh petugas setelah para tetangga memperingatkan pemilik rumah mengenai vegetasi yang terbakar.

Warga berusaha memadamkan api secara mandiri, namun karena kobaran terlalu tinggi, panggilan darurat 911 segera dilakukan.

Petugas darurat tiba dalam kurun waktu lima menit dan berhasil menjinakkan api sepenuhnya dalam waktu 15 menit.

Di pusat kota Phoenix, tim pemadam juga berjibaku memadamkan kebakaran loteng yang terjadi di dekat Central Avenue dan Camelback Road.

>>> PRO AVL Indonesia 2026 Hadirkan Teknologi Audio Visual di Tangerang