Pemerintah Indonesia terus memperluas penetrasi ekspor komoditas pertanian ke kawasan Timur Tengah.

Negara tersebut kini dijadikan sebagai salah satu mitra strategis baru bagi perdagangan nasional.

>>> Perluas Akses Kuliah, BINUS Scholarship Bidik Generasi Muda

Fokus utama diarahkan pada peningkatan pengiriman kelapa dan crude palm oil (CPO).

Langkah ini diambil seiring dengan tingginya kebutuhan impor pangan yang dimiliki oleh negara tersebut.

Komitmen penguatan kerja sama dagang itu disampaikan langsung oleh Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Pernyataan tersebut diungkapkan saat menerima kunjungan kehormatan Duta Besar Lebanon untuk Indonesia, Salam Al Achkar.

>>> PRO AVL Indonesia 2026 Hadirkan Teknologi Audio Visual di Tangerang

Pertemuan bilateral kedua pihak tersebut berlangsung di Kantor Pusat Kementerian Pertanian.

Data perdagangan menunjukkan nilai ekspor komoditas perkebunan Indonesia ke Lebanon mencatat angka signifikan.

Pengiriman sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai US$43,35 juta ke pasar internasional.

>>> Wujudkan DAMIU Aman, Jiva Svastha dan Kemendag Sebarkan Panduan

Total volume pengiriman komoditas perkebunan tersebut menyentuh angka 33,83 juta kilogram.

Jumlah volume pengiriman itu juga setara dengan sekitar 33,83 ribu ton dalam catatan resmi.

Capaian volume dan nilai tersebut memperkuat posisi komoditas nasional di kawasan regional.

Potensi pasar di kawasan Timur Tengah ini dinilai masih sangat terbuka luas bagi berbagai produk perkebunan unggulan nusantara.

>>> Fitur Android yang Dulu Diejek Kini Jadi Andalan Harian

Kemitraan strategis dengan negara tujuan ekspor tersebut diharapkan terus mendongkrak devisa negara secara berkelanjutan pada masa mendatang.