Awal tahun 2024 lalu, peluncuran ponsel pintar dipenuhi dengan berbagai istilah kecerdasan buatan dari raksasa teknologi.

Banyak pihak menilai fitur-fitur tersebut sekadar strategi pemasaran untuk menutupi minimnya pembaruan perangkat keras.

>>> Beralih ke Launcher Android Fokus Produktivitas Tanpa Kustomisasi Berlebih

Namun seiring berjalannya waktu, sejumlah fungsi pintar itu justru berbalik menjadi bagian yang sangat diandalkan.

Evolusi Fitur Pencarian dan Penyaringan Panggilan

Fitur Circle to Search yang dirilis pada Januari 2024 awalnya dianggap tidak jauh berbeda dari Google Lens.

Kebiasaan lama yang memerlukan tahapan tangkapan layar kini terpangkas karena kemudahan akses langsung.

Sementara itu, penyaringan panggilan otomatis pada perangkat Samsung dan Pixel juga mengalami perkembangan drastis.

>>> Fitur Trail Run Samsung Galaxy Watch Ultra 2 Pikat Pelari Jarak Jauh

Nomor asing kini dapat dijawab dan dicatat secara otomatis oleh sistem tanpa mengganggu aktivitas pengguna.

Perubahan Pada Penerjemah dan Penyuntingan Foto

Penerjemah langsung yang sebelumnya terasa kaku kini semakin mudah digunakan berkat dukungan perangkat audio.

Penggunaan earbud mampu menjembatani percakapan lintas bahasa tanpa hambatan interaksi yang canggung.

>>> Samsung's cheaper Z Fold 8 Menguasai Pasar Lewat Angka Pre-Order

Di sisi lain, teknologi penyuntingan foto berbasis kecerdasan buatan juga mencatat peningkatan kualitas signifikan.

Hasil manipulasi gambar yang dulunya tampak kasar kini berubah menjadi sangat halus dan tidak terlihat.

Fitur yang Tetap Ditinggalkan Pengguna

Meskipun banyak peningkatan, tidak semua fitur pintar berhasil mencuri perhatian dalam jangka panjang.

Fungsi pembuatan sketsa menjadi gambar dan pembuatan wallpaper generatif justru jarang disentuh kembali.

>>> Jadwal dan Undian Grup Kejuaraan Voli Putri Asia 2026 di Tianjin

Fitur-fitur tersebut akhirnya ditinggalkan karena kurangnya kebutuhan mendesak dalam penggunaan sehari-hari.