Amerika Serikat menghadapi lonjakan kasus cyclosporiasis yang memecahkan rekor dengan lebih dari 11.500 orang terinfeksi di 41 negara bagian musim panas ini.

Data dari Centers for Disease Control and Prevention menunjukkan bahwa gelombang saat ini mencakup 1.645 infeksi terkonfirmasi dan lebih dari 5.100 kasus probabel sejak 1 Mei 2026.

>>> Bite of Seattle Shooting Kills Two and Wounds Five dalam Insiden Festival

Situasi ini telah memicu setidaknya 141 rawat inap di seluruh wilayah nasional akibat parasit usus yang mencemari produk segar.

Investigasi Sumber Kontaminasi

Badan kesehatan federal dan negara bagian tengah menyelidiki produk segar yang terkontaminasi, termasuk selada gunung es impor dari Meksiko.

Sebagian besar kasus tahun ini didapat secara domestik alih-alih melalui perjalanan internasional seperti tahun-tahun sebelumnya.

Parasit mikroskopis Cyclospora cayetanensis menyebabkan penyakit gastrointestinal parah berupa diare berair berkepanjangan, kelelahan, dan kram perut.

Gejala infeksi ini dapat memakan waktu hingga dua minggu untuk muncul setelah mengonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi.

>>> Penyebaran Wabah Cyclospora Akibat Selada Es Jangkau 9 Negara Bagian

Waktu inkubasi yang panjang tersebut membuat investigasi penelusuran balik menghadapi hambatan serta penundaan yang signifikan.

Tantangan Lapangan Bagi Peneliti

Mantan Direktur Kantor Keamanan Pangan di FDA, Dr. Mark Moorman, menyatakan bahwa manusia merupakan sumber utama dari patogen tersebut.

Menemukan asal pasti dari tanaman yang terkontaminasi tetap menjadi tantangan sentral bagi para penyelidik di lapangan.

Penilaian lingkungan di peternakan sering kali dilakukan jauh setelah produk berumur simpan pendek selesai dipanen serta dikonsumsi.

Pakar keselamatan pangan dari Universitas Florida, Dr. Keith Schneider, menyebutkan bahwa lonjakan tahun ini melibatkan konvergensi klaster infeksi yang belum pernah terjadi.