PT Bank Central Asia Tbk membukukan laba bersih senilai Rp29,5 triliun sepanjang paruh pertama tahun ini.

Angka tersebut menunjukkan pertumbuhan sebesar 1,8 persen secara tahunan atau year on year.

>>> One Piece: 8 Superhero yang Bisa Dikalahkan Luffy dan Sebaliknya

Capaian keuangan tersebut disampaikan oleh Executive Vice President Corporate Communication & Social Responsibility BCA, Hera F Haryn. Penjelasan itu diberikan dalam konferensi pers virtual pada hari Selasa.

Kinerja positif perusahaan pada Semester I 2026 ini didukung oleh ekspansi pembiayaan yang masif. Penyaluran kredit perseroan melesat sebesar 8 persen hingga mencapai Rp1.036 triliun.

Pencapaian penyaluran pembiayaan tersebut tercatat untuk pertama kalinya melampaui angka Rp1.000 triliun. Berbagai program serta peningkatan kredit produktif menjadi motor penggerak utama.

Secara keseluruhan, alokasi pembiayaan ke sektor produktif mencapai nilai Rp802 triliun. Sektor ini mengalami peningkatan sebesar 11 persen jika dibandingkan dengan periode tahun sebelumnya.

>>> Possible Love Jadi Ajang Kembalinya Sutradara Lee Chang-dong di Netflix

Pembiayaan korporasi menyumbang angka terbesar dengan pertumbuhan mencapai 13,6 persen. Sektor korporasi ini mencatatkan nilai total pembiayaan sebesar Rp513,4 triliun.

Sementara itu, kredit komersial bersama sektor UKM mengalami pertumbuhan sebesar 6,6 persen. Total penyaluran untuk segmen tersebut membukukan angka Rp288,5 triliun.

Perusahaan juga mencatat peningkatan signifikan pada sektor pembiayaan hijau. Sektor ramah lingkungan ini tumbuh 19 persen menjadi Rp123 triliun.

Pembiayaan energi terbarukan melompat hingga 82 persen dengan nilai Rp7,7 triliun. Kredit kendaraan motor listrik turut mendongkrak dengan pertumbuhan 25 persen ke angka Rp4 triliun.

>>> 18 Karakter Paling Dibenci dalam Serial One Piece Berdasarkan Aksi Mereka

Pertumbuhan penyaluran pembiayaan tersebut tetap dibarengi dengan penjagaan risiko yang ketat.

Rasio loan at risk dan non-performing loan masing-masing berada di level 4,9 persen dan 1,9 persen.

Aspek pendanaan bank juga terpantau berada dalam kondisi yang sangat solid. Giro dan tabungan CASA mencatatkan pertumbuhan 10,2 persen menjadi Rp1.082 triliun.

Dana Pihak Ketiga secara keseluruhan naik 7,9 persen menjadi Rp1.284 triliun.

>>> Deretan 18 anime aksi terbaik di Crunchyroll 2026 pilihan penggemar

Porsi CASA mendominasi sebesar 84,3 persen dari total DPK dengan biaya dana yang tetap terkendali.