PT Indosat Tbk (ISAT) mencatatkan laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp4,31 triliun pada semester I-2026.

Angka ini melonjak 84,5% dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang sebesar Rp2,33 triliun.

>>> DPR Desak Polisi Ungkap Misteri Kematian Sutrimo, Soroti Busa di Mulut Korban

Kenaikan laba didorong oleh peningkatan pendapatan dan penghasilan operasional lain-lain, meskipun beban operasional juga ikut naik.

Berdasarkan laporan keuangan yang dirilis Selasa (28/7/2026), pendapatan Indosat pada kuartal II-2026 mencapai Rp30,65 triliun.

Pendapatan tersebut tumbuh 13,1% dari Rp27,11 triliun pada kuartal II-2025.

Sektor seluler menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan Rp25,52 triliun.

>>> Xiaomi Rilis Kulkas Mijia 400L dengan Pintu Prancis, Cocok untuk Dapur Mungil

Disusul oleh segmen MIDI sebesar Rp4,69 triliun dan telekomunikasi tetap Rp431,9 miliar.

Di sisi beban, total beban operasional naik dari Rp21,92 triliun menjadi Rp22,91 triliun.

Beban terbesar berasal dari penyelenggaraan jasa Rp12,6 triliun, penyusutan dan amortisasi Rp8,30 triliun, serta beban karyawan Rp2,18 triliun.

>>> Samsung Bocorkan Kemungkinan Baterai Si-C untuk Galaxy S27 Ultra

Beban pemasaran tercatat Rp823,87 miliar, beban umum dan administrasi Rp442,57 miliar, dan beban lain-lain bersih.

Dari sisi neraca, total aset Indosat hingga 30 Juni 2026 mencapai Rp138,31 triliun.

Jumlah itu naik 16,6% dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp118,63 triliun.

Liabilitas perseroan tercatat Rp98,21 triliun, meningkat dari Rp79,12 triliun pada akhir 2025.

>>> Ariana Grande Gugat Dua Hacker Pembobol Akun Pribadi dan Pencuri Lagu

Sementara itu, ekuitas naik dari Rp39,5 triliun menjadi Rp40,09 triliun.