Seorang prajurit Amerika Serikat tewas pada Sabtu saat melakukan ledakan terkendali terhadap amunisi dari drone Iran yang jatuh di Irak utara.

Komando Pusat AS (CENTCOM) mengumumkan insiden tersebut pada Minggu. Dalam operasi itu, satu prajurit lainnya mengalami luka ringan.

>>> Pentagon Pilih Letnan Jenderal Kevin Admiral Pimpin Pasukan AS di Eropa dan Afrika

CENTCOM tidak merinci penyebab kegagalan ledakan terkendali tersebut. Identitas prajurit yang tewas belum diungkapkan menunggu pemberitahuan kepada keluarga.

Peristiwa ini terjadi sehari setelah dua prajurit AS tewas dalam serangan drone dan rudal Iran di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania, pada 17 Juli.

Iran menargetkan beberapa pangkalan militer AS di Timur Tengah, termasuk di Uni Emirat Arab dan Kuwait. Seorang prajurit lainnya dinyatakan hilang dalam tugas pada Sabtu.

>>> The Virgin Meriahkan LokaryaFest 2026, Perpaduan Olahraga dan Ekonomi Kreatif

CENTCOM menyatakan bahwa sisa-sisa jenazah yang belum teridentifikasi ditemukan di pangkalan tersebut pada Minggu dan sedang dalam proses pemeriksaan.

Jumlah korban tewas AS akibat perang dengan Iran kini mencapai 17 orang, dengan lebih dari 400 prajurit terluka.

Pasukan AS sebagian besar terkonsentrasi di Kurdistan Irak di utara negara itu, setelah meninggalkan pangkalan di Provinsi Anbar dan wilayah Baghdad.

>>> Produk Kecantikan Terlaris di Amazon: Dari Salmon Sampai LED

Iran meluncurkan beberapa drone ke pasukan AS di Kurdistan dalam dua minggu pertama perang. Penarikan penuh pasukan AS diperkirakan selesai pada akhir September.