Perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran telah memasuki bulan kelima dan belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

Para pejabat Gedung Putih dan orang-orang dekat Presiden Donald Trump menyebut pemimpin Partai Republik itu semakin frustrasi dan skeptis tentang prospek perdamaian abadi di Timur Tengah.

>>> Ekspansi Netflix ke Iklan dan Olahraga Langsung Dinilai Bisa Melemahkan Merek

Menurut laporan Wall Street Journal, sejumlah penasihat khawatir konflik yang berkepanjangan ini membebani Trump di kursi kekuasaannya.

Konflik yang tak kunjung selesai itu memicu kenaikan harga, mengikis peringkat dukungan publik terhadap Trump, dan merugikan prospek Partai Republik dalam pemilihan paruh waktu mendatang.

Seorang pejabat senior pemerintahan mengatakan Trump meyakini bahwa satu-satunya hal yang dipahami Iran adalah kekuatan militer dan berada dalam 'mode balas dendam' terhadap Teheran.

Pilihan baginya nyaris tak ada selain melanjutkan serangan ke Iran, seperti dikutip dari Anadolu Agency.

AS mengerahkan lebih banyak pasukan dan senjata ke Timur Tengah karena Trump mempertimbangkan eskalasi militer meskipun ada kekhawatiran tentang biaya dan dukungan publik.

Ironisnya, perang dengan Iran justru semakin merenggangkan hubungan Trump dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, sekutu dekat sejak awal perang.

Seorang pejabat senior pemerintahan yang enggan diungkap identitasnya menyebut Trump enggan berbicara atau bertemu lagi dengan Netanyahu.

>>> Bukan Cuma Soal Injeksi, Ini Rahasia di Balik Hasil Perawatan Estetika yang Terlihat Natural

Perang tersebut juga berdampak serius pada Trump secara pribadi dan para penasihat seniornya.

Ia kini kerap diperingatkan oleh badan intelijen tentang ancaman pembunuhan dari Iran dan disarankan untuk menghindari penggunaan layanan mobil, menurut orang-orang yang mengetahui masalah tersebut.

Saat menghadiri KTT NATO di Turki, Trump diberi informasi oleh intelijen Israel mengenai dugaan rencana Iran untuk membunuhnya.

Meskipun pejabat AS mempertanyakan kredibilitasnya, pengarahan tersebut dikatakan telah mendorongnya untuk kembali dengan pesawat Air Force One yang lebih tua daripada jet hadiah Qatar.

Trump dikatakan marah setelah New York Times mengungkapkan alasan pergantian tersebut, membeberkan kebocoran itu sebagai risiko keamanan.

Pemerintahannya berupaya mengidentifikasi sumber kebocoran ke media itu.

>>> 4 Zodiak yang Diprediksi Hidup Lebih Tenang dan Damai di Akhir Juli 2026

Trump juga mendorong penurunan harga bensin menjelang pemilihan paruh waktu dan kurang khawatir daripada para penasihatnya tentang dampak politik perang tersebut, kata orang-orang yang mengetahui diskusi tersebut.