Film The Odyssey yang mengisahkan petualangan epik Odysseus selama 10 tahun kembali ke Ithaca tidak hanya menyajikan kisah heroik, tetapi juga gambaran menarik tentang makanan masyarakat Yunani Kuno.

Meski beberapa adegan dibumbui mitologi, para arkeolog dan sejarawan menilai banyak makanan yang disebutkan memang menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari pada Zaman Perunggu.

>>> Ketum MUI Kecam Keras Praktik LGBTQ saat Buka Kongres Umat Islam Indonesia

1. Roti dan Bubur Jelai

Roti merupakan makanan pokok masyarakat Yunani Kuno, namun bentuknya jauh berbeda dengan roti putih modern. Roti dibuat dari gandum kuno seperti einkorn dan emmer.

Tepung gandum berkualitas tinggi hanya dinikmati kalangan kaya, sementara masyarakat biasa lebih sering mengonsumsi bubur jelai sebagai sumber karbohidrat utama.

Dalam The Odyssey, roti muncul sebagai simbol keramahan. Tuan rumah yang baik akan menyuguhkan roti kepada tamunya, dan pesta kaum bangsawan hampir selalu menghadirkannya.

2. Minyak Zaitun dan Buah Zaitun

Minyak zaitun telah digunakan sejak ribuan tahun lalu untuk memasak, mengawetkan makanan, membumbui hidangan, bahkan sebagai bahan bakar lampu dan salep tubuh.

Menariknya, lemak hewani hampir tidak digunakan untuk memasak pada masa itu. Peran tersebut sepenuhnya digantikan oleh minyak zaitun.

3. Keju

Susu segar sulit diperoleh karena belum ada teknologi pendingin, sehingga masyarakat lebih banyak mengolah susu menjadi keju yang lebih tahan lama.

Keju sudah dibuat di Yunani sejak sekitar 3.000 SM. Biasanya disantap bersama roti sebagai menu sederhana atau dipadukan dengan madu dan buah sebagai pencuci mulut.

Dalam The Odyssey, keju dikaitkan dengan bangsa Cyclops yang menggembalakan domba. Kemampuan mereka membuat keju diyakini ikut membentuk reputasi keju Sisilia.