Pentagon resmi menunjuk Letnan Jenderal Kevin Admiral sebagai calon pemimpin baru Angkatan Darat AS untuk Eropa dan Afrika.

Ia akan menggantikan Jenderal Christopher Donahue yang mengundurkan diri bulan lalu.

>>> The Virgin Meriahkan LokaryaFest 2026, Perpaduan Olahraga dan Ekonomi Kreatif

Donahue dikenal sebagai "prajurit terakhir yang meninggalkan Afghanistan" pada tahun 2021. Ia mengumumkan pengunduran dirinya dari jabatan kepala Army Europe and Africa pada bulan Maret.

Saat ini, Admiral menjabat sebagai komandan III Armored Corps dan Fort Hood di Texas. Nominasinya diajukan oleh Presiden Donald Trump pada Kamis dan masih harus disetujui Senat.

Jika dikonfirmasi, Admiral juga akan memimpin Allied Land Command NATO. Donahue sebelumnya memimpin komando tersebut sejak akhir 2024.

Admiral memulai karier militernya pada tahun 1994 dan memimpin III Corps sejak 2024.

Ia pernah menjabat sebagai komandan Divisi Kavaleri 1 dan Direktur Manajemen Pasukan di Kantor Deputi Kepala Staf G-3/5/7.

>>> Produk Kecantikan Terlaris di Amazon: Dari Salmon Sampai LED

Ia telah bertugas di Irak, Afghanistan, dan Eropa. Penghargaannya meliputi Legion of Merit, Bronze Star, dan Purple Heart.

Jika dikonfirmasi, Admiral akan memimpin Army Europe and Africa di tengah ketegangan dengan anggota NATO. Beberapa bulan lalu, Amerika Serikat mengancam akan mengurangi kehadiran militernya di Eropa.

Komando ini aktif memperkuat sayap timur NATO dan melatih integrasi drone dalam taktik.

Sebelumnya, setidaknya satu unit di bawah komando ini mengalami korban jiwa akibat serangan roket di Yordania pada Juli lalu.

Nominasi Admiral juga berarti pengangkatannya kembali sebagai letnan jenderal.

>>> Misteri Kematian Nolan Wells dan Kabar LeBron hingga Diddy: Anda yang Menilai

Jabatan ini sebelumnya merupakan posisi bintang empat yang diturunkan menjadi bintang tiga sebagai bagian dari upaya Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengurangi jumlah perwira senior.