Militer Amerika Serikat mengumumkan identitas dua tentaranya yang tewas akibat serangan Iran di Yordania.

Kedua personel tersebut adalah Tyler James Feehan (25 tahun) asal Hawaii dan Isabella Gonzales (19 tahun) dari Texas.

>>> Timnas Basket 3x3 Indonesia Target Lolos Fase Grup Asian Games

Gonzales tewas pada Jumat pekan lalu, sementara Feehan tewas pada Sabtu akibat serangan Iran di asrama prajurit AS di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania.

Feehan dan Gonzales masing-masing ditugaskan ke komando pertahanan rudal Angkatan Darat di Fort Bragg, North Carolina, dan Ansbach, Jerman, dikutip dari NBC News.

Pentagon mengatakan kedua tentara AS tersebut merupakan bagian dari misi jangka panjang untuk melawan ISIS, Operasi Inherent Resolve, yang dimulai pada tahun 2014.

>>> KKP Resmikan Ocean Institute Indonesia, Gabungkan 11 Satuan Pendidikan Vokasi

Secara teknis, pasukan tersebut bukan bagian dari misi perang AS di Iran, Operasi Epic Fury.

Namun, Presiden Donald Trump mengatakan pada hari Minggu bahwa pasukan tersebut tewas saat memastikan Iran tidak mendapatkan senjata nuklir.

"Para patriot hebat itu berada di sana berjuang agar Iran tidak dapat memiliki senjata nuklir," kata Trump kepada wartawan.

>>> Selain RUU Perampasan Aset, DPR Bahas RUU Lalu Lintas Jalan Saat Reses

Selain itu, seorang anggota militer AS lainnya tewas dalam insiden terpisah di Irak.