Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) resmi meluncurkan Ocean Institute of Indonesia (OII) atau Institut Kelautan Indonesia pada Selasa (21/7).

Lembaga ini merupakan hasil penggabungan 11 satuan pendidikan vokasi yang sebelumnya berada di bawah naungan KKP.

>>> Selain RUU Perampasan Aset, DPR Bahas RUU Lalu Lintas Jalan Saat Reses

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan rencana penyatuan ini telah dipersiapkan secara matang dan sudah lama direncanakan.

"Saya sudah datangi semua. Lalu kemudian saya perhatikan di lingkungan dalamnya dan seterusnya.

Saya ingin ini disatukan," ujar Trenggono dalam acara peresmian di Ballroom KKP, Jakarta Pusat.

Sebelas satuan pendidikan yang dilebur menjadi OII meliputi Politeknik Ahli Usaha Perikanan, Politeknik KP Dumai, Politeknik KP Karawang, Politeknik KP Pangandaran, Politeknik KP Sidoarjo, Politeknik KP Jembrana, Politeknik KP Kupang, Politeknik KP Bone, Politeknik KP Bitung, Politeknik KP Sorong, serta Akademi Komunitas Wakatobi.

Transformasi Sistem Pendidikan

Trenggono menekankan perlunya peningkatan fasilitas dan perubahan sistem pendidikan secara menyeluruh agar selaras dengan perkembangan industri serta daya saing global.

"Saya ingin ini disatukan, diubah secara menyeluruh, mulai dari kurikulum pendidikannya, hingga tujuan akhirnya. Karena saya akan lihat ukuran-ukuran suksesnya," katanya.

Ia menjelaskan bahwa masing-masing kampus akan memiliki penjurusan khusus, seperti bidang penangkapan ikan, budi daya ikan, dan pengolahan ikan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan dukungannya terhadap OII untuk meningkatkan kualitas SDM di sektor kelautan dan perikanan.

>>> Kesaksian Pekerja: Dengar Teriakan Minta Tolong dari Rumah Meledak di Polonia Medan

Menurut Zulhas, Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar pada sektor kelautan dan perikanan.