Sebuah van putih menabrak kerumunan yang berkumpul di festival LGBTQ+ Christopher Street Day di Berlin pada Sabtu malam, 25 Juli 2026, sekitar pukul 22.00 waktu setempat.

Insiden itu menewaskan satu orang dan melukai setidaknya 16 lainnya sebelum van tersebut menabrak pohon di Taman Tiergarten.

>>> Thad Jean Hadapi Ernesto Rodriguez Perebutkan Gelar Juara PFL

Otoritas setempat langsung membatalkan perayaan tahunan yang dihadiri ratusan ribu orang itu dan meminta peserta meninggalkan kawasan pusat kota dekat Gerbang Brandenburg.

Petugas darurat menangani korban di lokasi, dengan beberapa di antaranya mengalami luka mengancam jiwa. Penyidik juga menyelidiki laporan yang belum dikonfirmasi mengenai kemungkinan luka tusuk.

Lebih dari 2.200 personel polisi telah dikerahkan di ibu kota Jerman untuk mengamankan acara sebelum insiden terjadi, menurut pejabat penegak hukum.

Kendaraan ditemukan dalam keadaan kosong di lokasi kejadian, memicu perburuan besar-besaran. Polisi meluncurkan pencarian intensif terhadap tersangka dan menyediakan hotline krisis bagi keluarga korban.

"Kami melakukan pencarian intensif terhadap kemungkinan tersangka," ujar Florian Nath, perwira polisi.

Pejabat penegak hukum menekankan bahwa penyelidikan masih aktif.

"Saat ini, kami belum tahu apa pun tentang kemungkinan motif, identitas pelaku, atau hal semacam itu," kata Alexander Klute, juru bicara polisi.

Para pemimpin Jerman dan pejabat lokal mengecam keras serangan itu dan berjanji akan menyelidiki secara tuntas tragedi tersebut.

>>> 20 Game PS2 Terbaik yang Masih Layak Dimainkan Hingga Kini

"Pastikan peristiwa mengerikan ini diselidiki sepenuhnya dan dihukum," ujar Kanselir Jerman Friedrich Merz.

Pejabat Berlin mengecam gangguan brutal terhadap perayaan damai itu sebagai serangan langsung terhadap nilai-nilai kota.