Pasar kendaraan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) di Indonesia mencatat perlambatan pada Mei 2026.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan distribusi wholesales segmen ini mencapai 512 unit.

>>> Alex Freeman, Putra Legenda NFL, Perkuat Timnas AS di Piala Dunia 2026

Volume tersebut turun sekitar 10 persen dibandingkan capaian April 2026 yang sebanyak 569 unit. Meski terkoreksi bulanan, performa akumulatif pasar PHEV nasional masih menunjukkan pertumbuhan kuat.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, total penjualan PHEV menembus 2.601 unit. Angka itu melonjak sekitar 416 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya 504 unit.

Chery Dominasi Pasar PHEV

Chery memantapkan posisinya sebagai penguasa pasar lewat model Tiggo 8 CSH. SUV plug-in hybrid ini mendominasi dengan distribusi 234 unit pada Mei 2026.

Capaian itu menyumbang sekitar 45,7 persen dari total penjualan PHEV nasional. Posisi kedua ditempati Chery Tiggo 9 CSH dengan penjualan 77 unit.

>>> Saham Antam Menguat 4,78 Persen Jelang Cum Date Dividen

Gabungan kedua model Chery tersebut menyumbang 311 unit atau sekitar 60,7 persen dari keseluruhan pasar PHEV bulan lalu.

Persaingan Merek Lain

Wuling menunjukkan taji kuat di segmen ini. Wuling Eksion PHEV mengamankan peringkat ketiga dengan distribusi 65 unit.

Jaecoo J8 SHS menguntit dengan penjualan 50 unit. Sementara Wuling Darion PHEV mencatat 41 unit dan Geely Starray EM-i terdistribusi 23 unit.

Di segmen premium, Mazda CX-80 PHEV unggul dengan distribusi 10 unit. Hasil itu sedikit melampaui Lexus RX 450h+ yang menorehkan penjualan sembilan unit.

>>> RMK Energy Perkuat Kerja Sama dengan Glencore, Target Jual 3,8 Juta Ton Batubara

Secara keseluruhan, pasar PHEV di Indonesia masih berkembang pesat. Kehadiran model anyar berbasis teknologi elektrifikasi menjadi stimulus utama yang mendongkrak angka penjualan sepanjang tahun ini.