Gaikindo Bantah Tudingan Hambat Transisi Mobil Listrik di Indonesia

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) akhirnya angkat bicara terkait tuduhan lembaga InfluenceMap yang menyebut mereka menghambat transisi kendaraan listrik (EV) di Indonesia.
Ketua Bidang Pengembangan Pasar Gaikindo, Jongkie D Sugiarto, mengaku belum mengetahui temuan InfluenceMap yang dipublikasikan baru-baru ini.
>>> Eks Sekutu Tantang Netanyahu di Pemilu Israel, Elektabilitas Unggul
Ia menegaskan Gaikindo selalu berkomitmen sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong elektrifikasi kendaraan bermotor, sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 dan aturan turunannya.
"Saya tidak tahu mengenai temuan tersebut, tapi yang pasti Gaikindo mendukung sepenuhnya elektrifikasi kendaraan bermotor di Indonesia," kata Jongkie, Minggu (26/7).
Tudingan InfluenceMap
Sebelumnya, Analis Indonesia di InfluenceMap Muhammad Risky menyebut Toyota, Honda, Suzuki, dan Gaikindo telah mendorong perubahan kebijakan otomotif sepanjang 2023-2026 yang berpotensi memperlambat transisi menuju kendaraan listrik nasional.
Menurut Risky, langkah tersebut merupakan kekeliruan karena berpotensi memperpanjang ketergantungan Indonesia terhadap impor bahan bakar minyak, di tengah upaya pemerintah memperkuat ketahanan energi melalui elektrifikasi sektor transportasi.
>>> Ahmad Luthfi Luncurkan Satgas PHK dan Turunkan Tarif Trans Jateng untuk Buruh
"Ketergantungan Indonesia pada impor bahan bakar membuat dekarbonisasi sektor transportasi dan ketahanan energi menjadi dua isu yang tidak dapat dipisahkan," kata Risky, Jumat (24/7).
Ia menambahkan pemerintah telah menjadikan kemandirian energi sebagai salah satu tujuan nasional.
Namun, sejumlah usulan dari industri justru dinilai mengarah pada upaya memperpanjang ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dari luar negeri.
Risky mengatakan Toyota, Honda, dan Suzuki menguasai sekitar 74 persen pangsa pasar kendaraan di Indonesia pada 2025.
>>> Prabowo Panggil KSSK Bahas Ekonomi Usai Perry Warjiyo Mundur dari BI
Update Terbaru
Olmo Tolak Maaf Ayala: Tak Perlu Minta Maaf Jika Tak Akui Perbuatan
Senin / 27-07-2026, 20:56 WIB
Proses Penunjukan Gubernur BI Definitif Tunggu Mekanisme UU, Ini Kata Pjs
Senin / 27-07-2026, 20:56 WIB
Kaesang Siap Maju Caleg dari Dapil Solo, Siap Bersaing dengan Puan Maharani
Senin / 27-07-2026, 20:56 WIB
Pendekatan MDT dan PET-CT Jadi Kunci Penanganan Kanker Payudara yang Tepat Sasaran
Senin / 27-07-2026, 20:56 WIB
297 Atlet Muda Bertanding di Kejurnas Angkat Besi Pupuk Indonesia 2026
Senin / 27-07-2026, 20:49 WIB
Penembakan di Festival Bite of Seattle Tewaskan Dua Orang, Empat Luka-luka
Senin / 27-07-2026, 20:49 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo Tinjau Sekolah Rakyat Sragen, Dorong Siswa Manfaatkan Fasilitas
Senin / 27-07-2026, 20:49 WIB
Eks Waka BGN Lodewyk Pusung Ajukan Praperadilan, Minta Status Tersangka Digugurkan
Senin / 27-07-2026, 20:49 WIB
Kiper Kamboja Yakin 200 Persen Kalahkan Timnas Indonesia di Piala AFF 2026
Senin / 27-07-2026, 20:42 WIB
Ganjar Tanggapi Santai Kaesang Maju di Dapil Puan: Jateng Tetap Kandang Banteng
Senin / 27-07-2026, 20:42 WIB
Perry Warjiyo Kirim Surat, Tak Bertemu Prabowo Langsung Saat Mundur dari BI
Senin / 27-07-2026, 20:42 WIB
Lodewyk Kirim Surat ke Hakim, Minta Hadir Sidang Praperadilan MBG
Senin / 27-07-2026, 20:42 WIB
PNM Tanam 22 Ribu Mangrove Serentak di 18 Titik Pesisir Indonesia
Senin / 27-07-2026, 20:35 WIB
Samsung Wallet Siap Terima Stablecoin, Langkah Besar Pembayaran Kripto di Ponsel
Senin / 27-07-2026, 20:35 WIB







