Ketiga produsen tersebut juga menempati sejumlah posisi kepemimpinan strategis di Gaikindo sehingga dinilai memiliki pengaruh terhadap arah kebijakan dekarbonisasi sektor transportasi.

Dalam analisisnya, InfluenceMap menyebut advokasi industri otomotif untuk mempertahankan peran jangka panjang kendaraan hybrid berbasis mesin pembakaran internal (ICE) bertentangan dengan ambisi pemerintah mengurangi ketergantungan impor minyak.

InfluenceMap juga menilai upaya tersebut berujung pada keputusan pemerintah pada Desember 2024 untuk memperluas insentif yang semula hanya ditujukan bagi kendaraan listrik berbasis baterai (BEV) sehingga turut mencakup kendaraan hybrid berbasis ICE.

Sejak saat itu, menurut Risky, industri otomotif terus mendorong pemberian insentif bagi kendaraan berbasis ICE menjelang pengumuman paket insentif baru yang dijadwalkan terbit pada akhir tahun ini.

>>> Infantino Minta Maaf pada Pengkritik Piala Dunia 2026 yang 'Melewatkan Kegembiraan

"Toyota, Honda, Suzuki dan Gaikindo mengadvokasi dukungan kebijakan berkelanjutan untuk kendaraan hibrida, yang berpotensi menunda transisi BEV di Indonesia," ujar Risky.