Kepuasan pemilik mobil listrik melonjak signifikan, bahkan melampaui kebahagiaan pengguna mobil bensin. Hal ini terungkap dalam studi terbaru JD Power bertajuk APEAL 2026.

Lembaga riset tersebut melibatkan 78.514 responden pemilik kendaraan model terbaru di Amerika Serikat. Mereka diminta menilai 37 atribut, mulai dari kenyamanan kursi hingga sensasi akselerasi.

>>> Recall 33 Ribu Xpeng X9 Akibat Suspensi Bisa Ambles Saat Melaju

Hasilnya, mobil listrik baterai (BEV) mencatat lonjakan skor kepuasan tahunan tertinggi, yakni 22 poin. BEV mampu mengungguli mobil bensin di hampir seluruh kategori penilaian.

Perbedaan paling mencolok ada pada sektor sistem penggerak, di mana mobil listrik unggul telak dengan selisih 109 poin.

>>> Honda NX500 Resmi Dijual di Indonesia, Harga Rp230 Juta dengan E-Clutch

Pengalaman berkendara yang responsif dan halus menjadi alasan utama.

>>> Mazda 3 dan CX-30 Dapat Mesin Mild Hybrid 2.500 cc untuk Bertahan di Era Elektrifikasi

Studi APEAL 2026 berbeda dari survei kualitas biasa karena lebih menitikberatkan pada aspek emosional dan desain. Penilaian dilakukan setelah konsumen menggunakan kendaraan selama 90 hari pertama.

Tingkat kepuasan yang tinggi ini berpotensi besar memengaruhi loyalitas konsumen. Pemilik mobil listrik cenderung kembali memilih kendaraan bertenaga baterai saat ingin menambah atau mengganti mobil.

>>> Kudeta: Pengertian, Jenis, Faktor Pemicu, dan Contoh di Berbagai Negara

Temuan ini menjadi sinyal kuat bagi industri otomotif global, termasuk Indonesia. Daya tarik kendaraan listrik tidak hanya soal efisiensi bahan bakar, tetapi juga pengalaman berkendara yang lebih menyenangkan.