GAC Aion menghadapi krisis kualitas baterai yang mempengaruhi lebih dari 213.000 unit Aion S di China.

Mayoritas kendaraan terdampak digunakan sebagai armada komersial atau taksi online.

>>> Honda QC3 Meluncur di India, Motor Listrik dengan Jarak Tempuh 145 Km

Keluhan mulai mencuat setelah platform pengaduan konsumen di China dibanjiri laporan dalam dua minggu terakhir.

Penyebab Kerusakan Baterai

Masalah teknis umumnya muncul saat kendaraan menempuh jarak 150.000 hingga 300.000 km.

Hasil investigasi lembaga independen menunjukkan kerusakan bukan akibat benturan atau banjir, melainkan dugaan cacat manufaktur pada sel baterai.

>>> 213 Pelanggar Lalu Lintas di Jakarta Pusat Terjaring ETLE, Didominasi Tak Pakai Helm

Sebelumnya, banyak pemilik kesulitan mengajukan klaim karena dianggap melewati batas garansi standar.

Langkah Mitigasi GAC dan CALB

GAC Aion bersama mitranya, CALB, memperpanjang garansi baterai dari 8 tahun atau 150.000 km menjadi 8 tahun atau 300.000 km.

Kebijakan ini berlaku khusus bagi armada komersial Aion S yang menggunakan baterai CALB 177 Ah.

>>> Harga Far Cry 6 Anjlok ke Rp700 di Microsoft Store, Benarkah?

Selain perbaikan dan penggantian unit baterai rusak, GAC Aion mengaktifkan sistem pemantauan jarak jauh untuk deteksi anomali dini.

Perwakilan CALB menegaskan komitmen untuk bertanggung jawab penuh atas kualitas produk sepanjang siklus penggunaan.

Setiap pemilik kendaraan terdampak berhak mendapat layanan pemeriksaan dan perbaikan gratis melalui jaringan purna jual resmi.

>>> Pemerintah Mulai Bahas Spektrum 6G, Lelang 5G Baru Rampung

Krisis ini menjadi pengingat pentingnya standar keselamatan baterai dan layanan purna jual yang solid bagi kendaraan listrik yang digunakan secara intensif.