Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) melonjak 4,78 persen ke level Rp 2.850 per lembar pada penutupan perdagangan Jumat (12/6/2026).

Lonjakan harga emiten pertambangan emas milik BUMN ini dipicu oleh aksi borong yang dilakukan investor asing menjelang masa cum date dividen perusahaan.

>>> RMK Energy Perkuat Kerja Sama dengan Glencore, Target Jual 3,8 Juta Ton Batubara

Volume perdagangan saham Aneka Tambang tercatat mencapai 174,81 juta lembar dengan frekuensi transaksi sebanyak 34.028 kali.

Nilai transaksi keseluruhan menyentuh angka Rp 497,14 miliar, dengan catatan aksi beli bersih atau net buy oleh investor asing sebesar Rp 66,57 miliar.

Performa positif ini mengakhiri tren pelemahan saham ANTM yang sempat memerah selama dua hari bursa sebelumnya.

Investor asing sebenarnya telah mulai mengoleksi saham ini sejak tanggal 11 Juni 2026 dengan nilai net buy awal sebesar Rp 55,89 miliar.

Aksi beli selektif ini sekaligus membalikkan sentimen pasar setelah periode perdagangan tanggal 3 Juni hingga 10 Juni 2026 yang terus-menerus mencatatkan aksi jual bersih atau net sell oleh investor luar negeri.

>>> Garena Rilis Event Relay Mar dan Kode Redeem FF 13 Juni 2026

Jadwal Pembagian Dividen Antam

Manajemen Antam telah memublikasikan jadwal resmi pembagian dividen untuk tahun buku 2025 dengan total nilai mencapai Rp 5,04 triliun.

Setiap pemegang satu lembar saham dipastikan akan menerima keuntungan tunai sebesar Rp 209,9.

Batas akhir waktu pembelian saham yang berhak mendapatkan dividen atau cum date di pasar reguler dan pasar negosiasi ditetapkan pada 19 Juni 2026.

Proses pendataan pemegang saham terjadwal pada 23 Juni 2026 sampai pukul 16.00 WIB, disusul realisasi pembayaran dividen pada 10 Juli 2026.

Langkah korporasi ini didasari atas perolehan laba bersih Antam sepanjang tahun buku 2025 sebesar Rp 7,2 triliun yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk.

>>> Koreksi Harga Emas Picu Lonjakan Pembelian di Pasar Asia

Rasio pembayaran dividen atau payout ratio yang ditetapkan adalah 70 persen, yang berpotensi menghasilkan imbal hasil atau yield dividen sebesar 7,3 persen.