Konsumen di sejumlah pasar Asia kembali memburu perhiasan setelah harga emas mengalami koreksi ke level terendah dalam lebih dari dua bulan.

Di India, harga emas pada Kamis (11/6/2026) turun 1,5% secara mingguan menjadi 146.444 rupee per 10 gram.

>>> Polban Buka Pendaftaran Jalur Mandiri SMBM 2026 Gunakan Skor UTBK

Penurunan ini mendorong pembeli ritel yang sebelumnya menunda transaksi untuk kembali ke pasar.

Managing Director CapsGold Chanda Venkatesh mengatakan permintaan mulai membaik karena koreksi harga mendorong pembeli masuk kembali, terutama untuk perhiasan.

Dealer di India pun memangkas diskon menjadi hingga US$ 35 per ons dari harga resmi domestik, setelah sebelumnya memberikan diskon hingga US$ 87 per ons.

Meski toko perhiasan mulai menambah stok secara bertahap, pelaku industri tetap berhati-hati karena prospek permintaan ritel beberapa bulan ke depan belum pulih sepenuhnya.

India baru saja menaikkan tarif impor emas dan perak menjadi 15% pada bulan lalu.

>>> 6 Cara Efektif Usir Nyamuk dari Rumah, Cegah Gatal dan Penyakit

Di China, konsumen emas terbesar dunia, premi emas fisik turun menjadi US$ 1 hingga US$ 5 per ons di atas harga acuan global, dari pekan sebelumnya yang berada di kisaran US$ 7 hingga US$ 10 per ons.

Head of Dealing Wing Fung Precious Metals Peter Fung mengatakan level US$ 4.000 menjadi area dukungan kuat yang memunculkan minat beli baru.

Harga emas spot sempat menyentuh level terendah dalam lebih dari enam bulan di posisi US$ 4.022,29 per ons pada Kamis sebelum akhirnya ditutup menguat.

Bank Sentral China tercatat terus memperkuat cadangan emas selama 19 bulan berturut-turut setelah menambah kepemilikan pada Mei lalu.

>>> Studi Ungkap Keju Tidak Otomatis Picu Kolesterol Tinggi

Di Hong Kong, emas diperdagangkan dari harga pasar hingga premi US$ 1,90 per ons, sedangkan di Jepang dijual dengan diskon US$ 0,50 per ons, dan di Singapura bergerak pada kisaran diskon US$ 0,50 hingga premi US$ 2 per ons.