Studi Ungkap Keju Tidak Otomatis Picu Kolesterol Tinggi
Keju sering menjadi makanan pertama yang dihindari penderita kolesterol tinggi karena kandungan lemak jenuhnya. Namun, berbagai penelitian terbaru membuktikan efek keju terhadap kesehatan jantung tidak sesederhana itu.
Para ilmuwan kini mulai mempertimbangkan struktur makanan secara keseluruhan atau food matrix, bukan hanya melihat dari satu zat gizi seperti lemak jenuh.
>>> Maroko Optimistis Redam Brasil di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Sebuah tinjauan ilmiah dalam American Journal of Clinical Nutrition pada 2021 menjelaskan bahwa efek produk susu tidak bisa diprediksi hanya dari kandungan lemak jenuhnya.
Laporan lain dalam jurnal Advances in Nutrition pada 2023 juga menegaskan hubungan antara produk susu dan kesehatan kardiovaskular jauh lebih kompleks.
Sejumlah studi membandingkan dampak keju dengan sumber lemak susu lainnya, seperti mentega.
Penelitian yang dipimpin Janne Hjerpsted dalam American Journal of Clinical Nutrition pada 2011 menunjukkan hasil berbeda.
Setelah enam minggu, peserta yang mengonsumsi keju memiliki kadar kolesterol LDL lebih rendah dibandingkan kelompok yang mengonsumsi mentega dengan jumlah lemak setara.
Konsumsi keju dalam studi tersebut bahkan tidak meningkatkan kadar LDL jika dibandingkan dengan pola makan biasa peserta sebelum penelitian.
>>> Kementerian Sosial Sediakan Dua Cara Cek Bansos PKH 2026
Hasil serupa dipublikasikan Tholstrup dkk.
pada 2005, yang menemukan lemak susu dalam bentuk mentega memicu kenaikan kolesterol total dan LDL lebih besar daripada lemak dalam bentuk keju.
Peran Struktur Food Matrix dalam Keju
Perbedaan efek ini terjadi karena konsep food matrix, di mana tubuh manusia tidak mencerna zat gizi secara terpisah.
Kandungan protein, kalsium, proses fermentasi, serta struktur fisik pada keju memengaruhi cara tubuh menyerap dan memetabolisme lemak.
Meta-analisis oleh Alexander dkk.
di European Journal of Nutrition pada 2016 menunjukkan konsumsi keju tidak berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung koroner maupun kardiovaskular.
>>> SK Hynix Pilih Nasdaq untuk Pencatatan Saham di AS, Target Agustus 2026
Kendati demikian, keju tetap mengandung kalori, lemak jenuh, dan natrium sehingga konsumsinya harus dibatasi dan disesuaikan dengan pola makan sehat.
Update Terbaru
Portronics Tornado Plus 160W: Pembersih Nirkabel Bertenaga Tinggi Diluncurkan
Selasa / 28-07-2026, 19:49 WIB
BoAt Luncurkan Jam Tangan Anak Sailor Nav dan Headphone Sailor Play di India
Selasa / 28-07-2026, 19:49 WIB
REDMI Note 17 5G Resmi Meluncur di India pada 6 Agustus
Selasa / 28-07-2026, 19:49 WIB
BenQ RD270Q Monitor Programming 27 Inci 2K 144Hz Resmi Hadir di India
Selasa / 28-07-2026, 19:49 WIB
Kesepakatan Tiga Perusahaan Buka Jalan Penetapan Hutan Adat Punan Batu
Selasa / 28-07-2026, 19:42 WIB
Come See Mie Fest 2026: Festival Kuliner dengan Nuansa Dunia Fantasi di Bandung
Selasa / 28-07-2026, 19:42 WIB
Hobi Bikin Konten Bawa Almeyda Nayara Raih Beasiswa Kuliah
Selasa / 28-07-2026, 19:42 WIB
Rabbit & Wheels, Merek Apparel Asal Bandung, Kini Hadir di Malaysia dan Kamboja
Selasa / 28-07-2026, 19:42 WIB
Mazda Resmi Rakit CX-30 di Pabrik Bogor, Langkah Besar di Indonesia
Selasa / 28-07-2026, 19:35 WIB
5 MPV Termurah di Indonesia Siap Bersaing di GIIAS 2026, Mulai Rp229 Juta
Selasa / 28-07-2026, 19:35 WIB
Mazda Didorong Jadikan Pabrik Bogor Pusat Ekspor ke Australia dan ASEAN
Selasa / 28-07-2026, 19:35 WIB
Harga BBM Hari Ini 28 Juli 2026: Cek Tarif Pertamax hingga Solar di Seluruh SPBU
Selasa / 28-07-2026, 19:35 WIB
Cair Rp3 Juta, Begini Syarat dan Jadwal Pencairan PKH Balita 2026
Selasa / 28-07-2026, 19:28 WIB
Toyota Indonesia Catat Ekspor 3,2 Juta Unit ke 100 Negara, Avanza dan Veloz Paling Laris
Selasa / 28-07-2026, 19:28 WIB







