Produsen chip memori asal Korea Selatan, SK Hynix, dilaporkan memilih bursa Nasdaq untuk rencana pencatatan sahamnya di Amerika Serikat.

Keputusan ini diambil untuk mendukung ekspansi global di tengah tingginya minat investor terhadap teknologi kecerdasan buatan (AI).

>>> PC Gaming Selamatkan Pemilik Rumah dari Tembakan Peluru Nyasar

Pemilihan Nasdaq dilakukan menjelang target pelaksanaan pencatatan saham yang dijadwalkan paling cepat pada Agustus 2026, seperti dilansir dari Stocksetup.

Dua sumber yang mengetahui rencana ini menyebutkan bahwa Nasdaq menjadi tujuan utama karena menjadi rumah bagi raksasa teknologi dunia, seperti Nvidia, Microsoft, Amazon, Alphabet, hingga Micron.

Para analis menilai emiten teknologi cenderung memperoleh valuasi yang lebih tinggi di bursa tersebut.

Daya Tarik Nasdaq bagi Perusahaan Teknologi

Analis senior Meritz Securities, Kim Sunwoo, menilai pergeseran tren investasi global saat ini membuat bursa Nasdaq menjadi jauh lebih menarik bagi korporasi di sektor teknologi.

"Sebagian besar aliran dana pasif terkonsentrasi pada saham-saham yang tercatat di Nasdaq, sehingga bursa ini menjadi pilihan yang sangat menarik bagi perusahaan teknologi yang ingin memperluas basis investornya," ujar Kim Sunwoo.

>>> IHSG Menguat 2,7 Persen ke Level 6007 Akhir Pekan

Kim Sunwoo menambahkan bahwa produk ETF global serta berbagai indeks teknologi memiliki porsi besar pada saham-saham di bursa tersebut.

Hal ini membuka potensi bagi perusahaan yang melantai di sana untuk menjangkau basis investor dalam skala yang jauh lebih besar.

Sebagai produsen chip memori terbesar kedua di dunia sekaligus pemasok utama Nvidia, SK Hynix memegang posisi dominan pada pasar high-bandwidth memory (HBM) untuk server AI.

Perusahaan ini sebelumnya juga dilaporkan mendapat respons sangat positif dari para investor terkait rencana melantai di pasar modal Amerika Serikat.

SK Hynix sendiri telah mengajukan dokumen secara rahasia untuk pencatatan saham ini sejak Maret lalu dengan nilai penawaran yang berpotensi menembus US$14 miliar.

>>> BYD Indonesia Pastikan Kebakaran Pabrik Subang Tidak Ganggu Konstruksi

Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) kemungkinan memberikan persetujuan untuk pencatatan American Depositary Receipt (ADR) SK Hynix pada pekan yang dimulai 22 Juni 2026.