Elon Musk resmi mengukuhkan posisinya sebagai triliuner pertama di dunia.

Lonjakan tajam saham SpaceX terjadi dalam penawaran umum perdana (IPO) terbesar sepanjang sejarah pada Jumat (12/6/2026).

>>> Barcelona Resmi Rekrut Anthony Gordon, Siap Berebut Penalti dengan Yamal

Berdasarkan laporan Forbes Real Time Billionaire, total kekayaan Musk kini menembus US$1,1 triliun atau setara sekitar Rp19,8 kuadriliun.

Lonjakan ini dipicu oleh aksi korporasi SpaceX yang resmi melantai di bursa Nasdaq dengan valuasi perusahaan mencapai US$2,2 triliun.

Perusahaan yang bergerak di sektor peroketan, telekomunikasi, dan kecerdasan buatan (AI) tersebut awalnya menawarkan saham perdana di angka US$135 per lembar.

Harga saham langsung melesat ke level US$150 saat pembukaan dan sempat menyentuh titik tertinggi US$176,50 sebelum akhirnya ditutup menguat 19% di level US$161 per saham.

Melalui IPO ini, SpaceX berhasil mengumpulkan dana segar sebesar US$75 miliar dari para investor serta penjamin emisi.

Lonjakan nilai investasi ini otomatis mendongkrak pundi-pundi keuangan Musk yang memegang kendali penuh atas arah kebijakan perusahaan lewat kepemilikan 42% saham.

Pada penutupan perdagangan, nilai kepemilikan saham Musk di SpaceX tercatat mencapai US$767,1 miliar dengan tambahan opsi saham senilai US$53,8 miliar.

Di luar sektor antariksa, ia juga mengantongi saham Tesla sebesar US$168 miliar beserta opsi saham Tesla bernilai US$116,4 miliar.

Akumulasi kekayaan yang luar biasa ini kembali memantik diskusi global mengenai kesenjangan finansial. Total kekayaan Musk kini setara dengan Produk Domestik Bruto (PDB) Swiss atau Polandia.

Kendati demikian, status triliuner tersebut sebagian besar masih berada di atas kertas karena asetnya terikat pada instrumen saham.

Musk juga terikat aturan yang melarangnya menjual saham SpaceX miliknya minimal selama satu tahun ke depan.