Anggota DPR AS dari Rhode Island, Gabe Amo, mengejek rencana Elon Musk untuk membuat ulang epos "The Odyssey" menggunakan kecerdasan buatan.

Musk sebelumnya berjanji bahwa Grok, AI miliknya, akan memproduksi versi penuh karya Homer sebelum akhir tahun.

>>> Soulja Boy Minta Tes DNA untuk Anak 3 Tahun, Akui Tak Yakin Jadi Ayah

Dalam wawancara di Capitol Hill, Amo mengatakan versi Musk lebih mirip fantasi pribadi di mana semua karakter terlihat sama.

Ia juga mengaitkan visi tersebut dengan latar belakang Musk sebagai keturunan Afrikaner di Afrika Selatan.

Musk mengklaim versinya akan setia pada sejarah dan sastra klasik, namun Amo meragukan klaim tersebut.

>>> Bidakara Jakarta Gelar Where Hope Begins Rayakan Hari Anak Nasional 2026

Menurut Amo, Amerika dan dunia bersifat multikultural, dan siapa pun yang mengklaim sejarah hanya punya satu versi sah sebenarnya tidak memahami sejarah.

Janji Musk muncul saat film "The Odyssey" garapan Christopher Nolan sedang sukses besar di bioskop, meraup lebih dari 264 juta dolar AS di akhir pekan pembukaan.

Amo mengaku pernah membaca buku tersebut di kelas sembilan, meskipun ia mengakui tugas sekolahnya bisa lebih baik.

>>> Penulis USA Today Bela Artikel Kontroversial soal Caitlin Clark

Namun, ia dengan tegas memberi nilai F untuk Musk dalam sejarah dan memperingatkan tentang siapa yang sebenarnya mengajari Grok.