Pertamina Ungkap Alasan Perbedaan Harga Pertamax dan Pertalite di Struk
PT Pertamina Patra Niaga memberikan penjelasan terkait perbedaan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis nonsubsidi Pertamax dan subsidi Pertalite yang tercantum di struk pembelian pelanggan.
Corporate Secretary Pertamina Patra Roberth MV Dumatubun mengatakan, informasi yang beredar mengenai angka Rp18.040 per liter di struk Pertalite yang disebut sebagai harga keekonomian perlu diluruskan.
>>> KP2MI Kawal Penanganan Insiden Pekerja Migran di Taiwan
"Kami menyampaikan penjelasan agar masyarakat memperoleh informasi utuh dan tidak menimbulkan kesalahpahaman," ujar Roberth dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.
Kebijakan Subsidi BBM Kewenangan Pemerintah
Roberth menjelaskan bahwa kebijakan subsidi BBM merupakan kewenangan pemerintah, bukan ditetapkan oleh Pertamina.
Pertalite termasuk jenis bahan bakar minyak khusus penugasan (JBKP) yang mendapat subsidi dari pemerintah untuk menjaga harga tetap terjangkau bagi masyarakat.
"Pertamina Patra Niaga bertindak sebagai operator yang menjalankan dan mematuhi kebijakan pemerintah terkait penyaluran BBM bersubsidi.
>>> Jamaah Umrah Sumbar Berangkat Pakai Pesawat Penjemput Haji di Madinah
Harga jual Pertalite yang dibayarkan masyarakat saat ini merupakan harga yang telah ditetapkan pemerintah dengan mempertimbangkan berbagai aspek sosial dan ekonomi," jelasnya.
Program subsidi BBM memiliki tujuan strategis untuk menjaga stabilitas nasional, melindungi daya beli masyarakat, serta mendukung aktivitas ekonomi.
Kebijakan ini ditujukan terutama untuk membantu masyarakat ekonomi menengah ke bawah agar tetap dapat memenuhi kebutuhan mobilitas dan aktivitas sehari-hari dengan biaya yang terjangkau.
>>> KAI Daop 2 Layani 13.222 Pelanggan pada Momentum Libur Panjang
Terkait informasi harga keekonomian yang tercantum di struk, menurut Roberth, angka tersebut merupakan gambaran nilai ekonomi BBM apabila dihitung berdasarkan komponen harga pasar dan biaya penyediaan energi.
Update Terbaru
Galaxy Z Fold 8 Dikabarkan Punya Layar Lipat Lebih Halus dan Kuat
Selasa / 16-06-2026, 18:16 WIB
Tahun Baru Islam, Pemprov NTB Ajak Warga Bersama Tekan Kemiskinan
Selasa / 16-06-2026, 18:12 WIB
Polres Rejang Lebong Gelar Nobar Piala Dunia 2026 Gratis untuk Warga
Selasa / 16-06-2026, 18:12 WIB
Adu Spek Poco X8 Pro Vs Iqoo Z11: Pilih HP Midrange Gahar yang Mana?
Selasa / 16-06-2026, 18:10 WIB
Pertamina Pastikan Pasokan BBM dan Elpiji di NTB Aman Selama Libur Tahun Baru Islam
Selasa / 16-06-2026, 18:10 WIB
Gubernur Sulsel Sambut 392 Haji Kloter 21 di Makassar
Selasa / 16-06-2026, 18:10 WIB
Faktor Kesuksesan Global Serial Netflix 'Teach You a Lesson'
Selasa / 16-06-2026, 18:08 WIB
Sinopsis The Equalizer 2, Bioskop Trans TV 16 Juni 2026
Selasa / 16-06-2026, 18:08 WIB
Bank Jatim Tegaskan Tidak Ada Indikasi Gangguan Sistem usai Muncul Klaim Kebocoran 5,7 Juta Data Nasabah
Selasa / 16-06-2026, 18:08 WIB
Biodata Kwon Eun Bin: Eks CLC Putuskan Tinggalkan Dunia Hiburan Korea Selatan
Selasa / 16-06-2026, 18:06 WIB
Data Internal Nintendo Diduga Bocor dari Platform HR Pihak Ketiga
Selasa / 16-06-2026, 18:05 WIB
Hiu Putih Besar Muncul di Mediterania, Tim Penyelam Terkejut
Selasa / 16-06-2026, 18:05 WIB
BPBD: 15 Rumah Rusak di Parigi Moutong Akibat Gempa M6,7 Sulteng
Selasa / 16-06-2026, 18:04 WIB
Pemukim Israel Bakar Kendaraan dan Coba Bakar Masjid di Ramallah
Selasa / 16-06-2026, 18:04 WIB






