Perusahaan antariksa swasta Astrobotic secara resmi memperkenalkan robot pendarat terbaru bernama Griffin-1.

Wahana ini mendapat sebutan "Moon Base II" dari NASA sebagai bagian dari fase awal pembangunan posko permanen manusia di Bulan.

>>> Garena Rilis 19 Kode Redeem Free Fire Aktif Edisi 16 Juni 2026

Griffin-1 dijadwalkan meluncur pada kuartal keempat tahun 2026 menggunakan roket Falcon Heavy milik SpaceX.

Sebelum integrasi akhir di Florida, pendarat ini akan dikirim ke Laboratorium Propulsi Jet (JPL) di California untuk pengujian lingkungan.

Spesifikasi dan Muatan Griffin-1

Griffin-1 memiliki diameter 4,5 meter dan tinggi sekitar 2 meter, jauh lebih besar dibanding pendahulunya, Peregrine.

Dimensi masif ini memungkinkan Griffin-1 mengangkut beban hingga 625 kilogram ke permukaan Bulan dengan tarif komersial Rp19,5 juta per kilogram.

Robot pendarat ini akan membawa muatan dari enam negara yang mencakup total 10 manifes ilmiah dan budaya.

>>> ClipClaps Tembus 50 Juta Unduhan, Tren Aplikasi Penghasil Saldo Dana Makin Populer

Muatan utamanya adalah rover FLIP (Flex Lunar Innovation Platform) buatan Astrolab seberat 450 kilogram.

Rover tersebut membawa empat instrumen sains NASA untuk mendeteksi es air dan karakteristik tanah di Kutub Selatan Bulan.

Selain rover FLIP, Griffin-1 juga membawa kamera presisi LandCam-X dari ESA, miniatur perpustakaan digital "Galactic Library", kapsul memori MoonBox, dan CubeRover internal Astrobotic.

Misi ini menjadi pembuktian krusial bagi Astrobotic setelah pendarat Peregrine gagal mencapai Bulan pada awal 2024 akibat masalah propulsi.

>>> 10 Negara Tarif Listrik Termahal dan Termurah di Dunia, Ada Indonesia?

Griffin-1 akan dikendalikan dari Mission Control Center di Pittsburgh dan diharapkan mendarat di kawah Kutub Selatan Bulan setelah perjalanan trans-lunar selama 10 hingga 25 hari.