NASA Ungkap Alasan Manusia Belum Kembali ke Bulan Sejak 1972

NASA akhirnya mengungkap alasan mengapa manusia belum kembali menginjakkan kaki di Bulan sejak misi Apollo 17 pada Desember 1972.
Faktor utama yang disebutkan adalah kepastian keselamatan astronaut dan keterbatasan kendaraan pendarat.
>>> Menteri UMKM Usulkan Tambahan Anggaran Rp 1,5 Triliun untuk 2027
Badan antariksa Amerika Serikat itu baru mengumumkan kru untuk misi Artemis III pada Juni 2026. Misi tersebut dijadwalkan mendarat di Bulan pada 2027.
Pesawat Orion yang membawa awak Artemis II untuk mengelilingi Bulan tidak dirancang untuk mendarat.
Skenario saat ini mengandalkan kendaraan terpisah buatan SpaceX yang akan menunggu kru di orbit Bulan.
Menurut Badan Antariksa Eropa (ESA), Orion akan berlabuh dengan Sistem Pendaratan Manusia (HLS) Starship milik SpaceX.
Starship akan menunggu di orbit yang membawanya mendekati Bulan setiap enam setengah hari.
Modul Layanan Eropa dari ESA memegang peran penting dalam menyokong Orion. Ini menegaskan kontribusi jangka panjang Eropa dalam program Artemis.
>>> KLH Susun RPPEM Nasional untuk Kelestarian Mangrove 2026-2055
Orbit baru yang digunakan disebut Orbit Halo Hampir Lurus (Near Rectilinear Halo Orbit). Orbit ini membawa wahana mendekat ke permukaan Bulan lalu menjauh dalam elips memanjang.
Laporan inspektur jenderal NASA pada Maret mengungkapkan penundaan pengembangan wahana pendarat selama sekitar dua tahun.
Kendala teknis mencakup kebutuhan pengisian bahan bakar di luar angkasa oleh sekitar 11 kapal pengisi sebelum berlabuh dengan HLS.
Operasi pemindahan propelan kriogenik dalam skala masif belum pernah dilakukan sebelumnya. NASA khawatir teknologinya belum cukup matang menjelang target pendaratan 2028.
Administrator NASA Jared Isaacman menyebut masa depan antariksa semakin ramai.
Ia membayangkan banyak pesawat ruang angkasa seperti Dragon, Shenzhou, Soyuz, Starliner, Starship, dan wahana pendarat Blue Origin akan berada di orbit bersamaan.
>>> DJP Tambah 2,7 Juta Wajib Pajak Baru hingga Juni 2026
"Ini tampak seperti awal dari masa depan yang kita bayangkan saat masih kecil. Ini tampak seperti awal mula Starfleet pertama Bumi bagi saya," ujar Isaacman.
Update Terbaru
BI Rate Naik ke 5,50 Persen, Suku Bunga Kredit Kendaraan Bermotor Terancam Melonjak
Kamis / 11-06-2026, 14:21 WIB
BI Rate Naik Jadi 5,50 Persen, Industri Otomotif Terbayang Dampaknya
Kamis / 11-06-2026, 14:21 WIB
Wahana Makmur Sejati Gelar Promo Pesta Bola, Diskon Skutik Honda hingga Rp1,3 Juta
Kamis / 11-06-2026, 14:21 WIB
DJKN Cegal Tyo Nugros ke Luar Negeri Akibat Piutang Badan Usaha
Kamis / 11-06-2026, 14:21 WIB
Pemerintah Luncurkan Program Desa Mandiri Peduli Mangrove
Kamis / 11-06-2026, 14:21 WIB
Microsoft Bakal PHK 1.000 Karyawan Divisi Xbox Bulan Depan
Kamis / 11-06-2026, 14:17 WIB
Bank Dunia: Kualitas Pekerjaan Buruk Ancam Kelas Menengah Indonesia
Kamis / 11-06-2026, 14:17 WIB
Polri Aktifkan Kembali Satgas Antimafia Bola Jelang Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 14:17 WIB
Millennium Pharmacon Pertahankan Sertifikasi ISO untuk Genjot Pertumbuhan
Kamis / 11-06-2026, 14:16 WIB
Disdik Jateng Imbau Pendaftar SPMB Segera Verifikasi Berkas
Kamis / 11-06-2026, 14:16 WIB
Ciri Pelaku Pembacokan Palmerah Diduga Pelajar Terekam CCTV
Kamis / 11-06-2026, 14:15 WIB
FIFA Dinilai Terapkan Standar Ganda Soal Tuan Rumah Piala Dunia
Kamis / 11-06-2026, 14:13 WIB
Harga Emas Antam Anjlok Rp 24.000 per Gram pada 11 Juni 2026
Kamis / 11-06-2026, 14:13 WIB
5 Gadget untuk Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Lebih Seru
Kamis / 11-06-2026, 14:13 WIB






