KLH Susun RPPEM Nasional untuk Kelestarian Mangrove 2026-2055
Kementerian Lingkungan Hidup atau Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyusun dokumen Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove (RPPEM) Nasional.
Penyusunan dilakukan pada Kamis, 11 Juni 2026, di Jakarta.
>>> DJP Tambah 2,7 Juta Wajib Pajak Baru hingga Juni 2026
Dokumen ini dirancang untuk periode 2026–2055.
Tujuannya melestarikan fungsi mangrove secara sistematis sekaligus memberi ruang pemanfaatan ekonomi bagi masyarakat pesisir melalui pendekatan Kesatuan Lanskap Mangrove (KLM).
Direktur Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Perairan Darat, Puji Iswari, mengatakan RPPEM disusun sebagai langkah strategis pedoman fungsi ekosistem mangrove.
Hal ini untuk menjaga kelestarian dan mencegah kerusakan.
Dokumen ini memiliki visi mewujudkan ekosistem mangrove yang lestari demi mendukung perlindungan pesisir dan kesejahteraan masyarakat. Kebijakan bersifat adaptif dan dapat disesuaikan dengan kondisi terkini.
Dalam draf RPPEM Nasional disebutkan dapat direvisi setiap lima tahun berdasarkan hasil pemantauan dan evaluasi.
Perencanaan ini mengintegrasikan kebijakan lintas sektor dan mengoptimalkan peran mangrove dalam mengelola karbon biru.
>>> Kemenkop Usulkan Tambahan Anggaran Rp1,34 Triliun untuk Koperasi Desa
Kebijakan ini diintegrasikan ke dalam RPJPN dan RPJMN untuk menyelaraskan pembangunan ekonomi hijau.
Pada tingkat global, instrumen ini mendukung komitmen Indonesia dalam Paris Agreement yang diratifikasi melalui UU Nomor 16 Tahun 2016.
RPPEM Nasional juga mendukung target FOLU Net Sink 2030.
Langkah ini didukung regulasi domestik seperti UU Nomor 25 Tahun 2004 untuk pencapaian target Nationally Determined Contribution (NDC).
Puji Iswari menegaskan RPPEM Nasional bukan sekadar dokumen regulasi, melainkan komitmen antar generasi. Tujuannya mewujudkan tata kelola mangrove yang lestari untuk generasi masa depan.
Penyusunan dokumen jangka panjang ini menjadi bagian dari program Mangroves for Coastal Resilience (M4CR).
>>> Cara Nonton Piala Dunia 2026 di Smart TV via MAXStream TV
Program tersebut dilaksanakan di bawah koordinasi KLH/BPLH dengan fokus pada penguatan tata kelola ekosistem mangrove nasional.
Update Terbaru
BI Rate Naik ke 5,50 Persen, Suku Bunga Kredit Kendaraan Bermotor Terancam Melonjak
Kamis / 11-06-2026, 14:21 WIB
BI Rate Naik Jadi 5,50 Persen, Industri Otomotif Terbayang Dampaknya
Kamis / 11-06-2026, 14:21 WIB
Wahana Makmur Sejati Gelar Promo Pesta Bola, Diskon Skutik Honda hingga Rp1,3 Juta
Kamis / 11-06-2026, 14:21 WIB
DJKN Cegal Tyo Nugros ke Luar Negeri Akibat Piutang Badan Usaha
Kamis / 11-06-2026, 14:21 WIB
Pemerintah Luncurkan Program Desa Mandiri Peduli Mangrove
Kamis / 11-06-2026, 14:21 WIB
Microsoft Bakal PHK 1.000 Karyawan Divisi Xbox Bulan Depan
Kamis / 11-06-2026, 14:17 WIB
Bank Dunia: Kualitas Pekerjaan Buruk Ancam Kelas Menengah Indonesia
Kamis / 11-06-2026, 14:17 WIB
Polri Aktifkan Kembali Satgas Antimafia Bola Jelang Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 14:17 WIB
Millennium Pharmacon Pertahankan Sertifikasi ISO untuk Genjot Pertumbuhan
Kamis / 11-06-2026, 14:16 WIB
Disdik Jateng Imbau Pendaftar SPMB Segera Verifikasi Berkas
Kamis / 11-06-2026, 14:16 WIB
Ciri Pelaku Pembacokan Palmerah Diduga Pelajar Terekam CCTV
Kamis / 11-06-2026, 14:15 WIB
FIFA Dinilai Terapkan Standar Ganda Soal Tuan Rumah Piala Dunia
Kamis / 11-06-2026, 14:13 WIB
Harga Emas Antam Anjlok Rp 24.000 per Gram pada 11 Juni 2026
Kamis / 11-06-2026, 14:13 WIB
5 Gadget untuk Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Lebih Seru
Kamis / 11-06-2026, 14:13 WIB






