Hak Eminen Bisa Digunakan untuk Merampas Lahan Demi Pusat Data AI
Perusahaan listrik di sejumlah negara bagian AS mulai mempertimbangkan penggunaan hak eminent domain—kewenangan pemerintah untuk menyita lahan tanpa izin pemilik—demi membangun infrastruktur transmisi yang memasok listrik ke pusat data kecerdasan buatan (AI).
Peringatan ini disampaikan oleh Aaron Walayat, pakar hukum dari University of Dayton, dalam tulisannya di The Conversation.
>>> Buronan Kasus Pemerkosaan Bersembunyi sebagai Eksekutif Farmasi Selama 20 Tahun
Jika pemilik lahan menolak kompensasi yang ditawarkan perusahaan listrik, perusahaan dapat meminta pemerintah daerah untuk menyita lahan tersebut dengan alasan "kepentingan umum" dan membayar "ganti rugi yang layak".
Proses penyitaan ini disebut condemnation, dan biasanya dilakukan oleh pemerintah negara bagian atau lokal.
Namun, perusahaan yang berstatus "common carrier" seperti listrik dan air juga bisa menjalankan kewenangan ini jika didelegasikan oleh pemerintah.
Preseden Hukum dan Kontroversi
Meski banyak negara bagian memberlakukan pembatasan ketat, pengadilan umumnya mengizinkan perusahaan utilitas menggunakan hak eminent domain.
Bahkan, pengadilan pernah mengizinkan pembongkaran rumah atas nama "kepentingan umum" dan pembangunan ekonomi.
Pada 2005, Mahkamah Agung AS memenangkan kota New London, Connecticut, yang menyita rumah untuk proyek pengembangan swasta di sekitar fasilitas Pfizer.
Proyek itu tak pernah terwujud, dan 45 negara bagian kemudian memperketat undang-undang eminent domain.
>>> Meta Larang Pengguna yang Melecehkan dengan Kacamata AI
Walayat mencatat bahwa Mahkamah Agung South Dakota dan Vermont mendukung penyitaan oleh perusahaan listrik karena jalur transmisi mereka memasok energi ke pelanggan dalam negara bagian dan memperkuat jaringan listrik lokal.
Namun, pada 1984 Mahkamah Agung Mississippi menolak penyitaan karena jalur transmisi dari Mississippi ke Louisiana tidak memberi manfaat bagi pelanggan Mississippi.
Update Terbaru
Olah TKP Klinik Kebayoran Baru, Polisi Amankan Bantal Biru dan Sepeda Motor
Senin / 27-07-2026, 01:22 WIB
Pengemudi Tabrak Peserta Parade LGBT di Berlin, 1 Tewas dan 16 Luka
Senin / 27-07-2026, 01:21 WIB
PDIP Sejalan dengan Prabowo dalam Bela Negara dan Kepentingan Nasional
Senin / 27-07-2026, 01:21 WIB
Kasus Ijazah Jokowi Jadi Pemicu Kaesang Maju ke DPR?
Senin / 27-07-2026, 01:21 WIB
KonoSuba Season 4 Rilis Visual Baru, Ganti Studio, Tayang 2027
Senin / 27-07-2026, 01:07 WIB
Wanita 73 Tahun Gugat Startup Robot Pengantar Setelah Ditabrak dan Dilindas
Senin / 27-07-2026, 01:01 WIB
Cavaliers dan Warriors Incar Mario Hezonja Usai Gagal Dapatkan LeBron James
Senin / 27-07-2026, 01:00 WIB
Julia Roberts Hadiri Pernikahan Emma Roberts di Idaho dengan Gaun Polka Dot
Senin / 27-07-2026, 01:00 WIB
Josh Allen Siap Hadapi Musim NFL 2026 Usai Capai Pencapaian Gemilang
Senin / 27-07-2026, 00:56 WIB
Tigers Hadapi Royals di Final Seri Comerica Park, Valdez Jadi Andalan
Senin / 27-07-2026, 00:56 WIB
Andruw Jones Resmi Masuk Baseball Hall of Fame di Tahun Kesembilan
Senin / 27-07-2026, 00:56 WIB
Mantan Linebacker Colts Daniel Adongo Dideportasi ICE
Senin / 27-07-2026, 00:56 WIB
Debut Pahit Shin Tae-yong di Persija, Gol Bunuh Diri Radovan Pankov Bawa Persebaya Menang
Senin / 27-07-2026, 00:49 WIB
Vegetarian Lebih Sulit Capai Usia 100 Tahun? Ini Faktanya
Senin / 27-07-2026, 00:49 WIB







