Seperti tornado yang turun dari langit, pusat data meluluhlantakkan rumah-rumah di seluruh Amerika Serikat.

Mereka meraung seperti mesin jet, membuat sekolah tanpa listrik, dan menghancurkan komunitas yang tidak beruntung.

>>> Eksekutif Meta Jelaskan Detail Fitur Pengenalan Wajah yang Sebelumnya Dibantah

Satu keluarga di Georgia menjadi contoh nyata.

Keluarga Brown dari Coweta County terpaksa menjual rumah mereka kepada Georgia Power setelah perusahaan utilitas itu memutuskan membangun jalur transmisi baru untuk pusat data AI.

Ansley Brown, yang dibesarkan di rumah itu, mengatakan kepada CBS, "Ini milik kami. Ini keluarga kami.

Kami di sini." Keluarga Brown adalah salah satu dari sekitar 300 pemilik tanah yang propertinya akan diambil alih.

>>> Pekerja Mogok di Pabrik Mobil Hyundai Akibat Rencana Robot Humanoid

Georgia Power adalah perusahaan milik investor yang mencari untung. Ibu Brown menyebut tindakan itu sebagai pencurian.

"Ini benar-benar perusahaan miliaran dolar mencuri tanah dari orang kecil yang tidak bisa melawan," katanya.

Perusahaan utilitas itu mengaku telah bekerja keras untuk transparan dan bernegosiasi dengan itikad baik. Namun, keluarga Brown tidak melihatnya seperti itu.

"Anda tidak bisa merobek 35 mil pedesaan Georgia tanpa melukai sesuatu atau seseorang," kata ibu Brown.

>>> Delta Air Lines Buka Rute Nonstop Los Angeles-Manila Mulai Maret 2027

"Dan mengatakan Anda melakukannya atas nama pusat data adalah tamparan bagi kami, komunitas kami, dan hewan-hewan kami."