Meta sebelumnya membantah keberadaan fitur pengenalan wajah pada kacamata pintar AI Glasses.

Namun kini, Chief Technology Officer (CTO) Meta Andrew Bosworth justru menjelaskan detail fitur tersebut di depan publik.

>>> Pekerja Mogok di Pabrik Mobil Hyundai Akibat Rencana Robot Humanoid

Pada Juni lalu, Wired mengungkap bahwa Meta diam-diam menyematkan teknologi pengenalan wajah yang belum dirilis ke dalam AI Glasses.

Fitur bernama NameTag itu dirancang untuk mendaftarkan wajah yang ditemui pengguna menjadi sidik wajah (faceprint) dan mencocokkannya dengan data di ponsel.

Menanggapi laporan tersebut, Wakil Presiden Komunikasi Meta Andy Stone menyebutnya sebagai "click bait" dan menyatakan fitur itu tidak ada.

"Bagaimana kami bisa menjawab? Fitur itu tidak ada!"

tulis Stone di X.

Namun dalam wawancara dengan The Atlantic, Bosworth justru membeberkan detail NameTag.

Ia mengatakan fitur tersebut akan dienkripsi secara lokal di perangkat dan hanya mencatat orang yang ditemui pengguna saat memakai kacamata.

"Ini adalah orang yang pernah Anda temui. Ini nama mereka.

Mereka ada di depan Anda. Itulah yang kami sebut fitur NameTag," ujar Bosworth.

>>> Delta Air Lines Buka Rute Nonstop Los Angeles-Manila Mulai Maret 2027

Bosworth menekankan bahwa data yang dikumpulkan NameTag tidak akan disimpan di basis data terpusat.

"Saya pikir orang bingung karena mendengar pengenalan wajah dan berpikir ada basis data wajah terpusat. Bukan itu," jelasnya.

Ia menambahkan bahwa NameTag dapat membantu pengguna tunanetra atau rabun, serta mengatasi masalah "cocktail party"—kesulitan mengingat nama orang yang pernah ditemui.

Wired sendiri tidak pernah menyebut bahwa fitur tersebut digunakan untuk membangun basis data wajah terpusat.