Ribuan pekerja di pabrik Hyundai di Korea melakukan aksi mogok kerja parsial sebagai respons terhadap rencana perusahaan yang akan menggunakan robot humanoid dalam jumlah besar.

Aksi mogok ini dimulai setelah negosiasi antara Serikat Pekerja Logam Korea (KMWU) dan manajemen Hyundai gagal mencapai kesepakatan pekan lalu.

>>> Delta Air Lines Buka Rute Nonstop Los Angeles-Manila Mulai Maret 2027

Sejak Senin, para pekerja menolak bekerja selama empat jam setiap shift, sehingga jalur produksi terhenti setengah hari kerja.

Menurut laporan Wall Street Journal, aksi ini berpotensi mengganggu produksi sekitar 5.000 mobil dan mengurangi pendapatan penjualan Hyundai hingga sekitar 135 juta dolar AS.

Tuntutan Pekerja dan Ancaman Eskalasi

Serikat pekerja menyatakan bahwa mogok ini merupakan langkah awal. Jika Hyundai tidak memenuhi tuntutan, aksi dapat ditingkatkan menjadi mogok penuh atau diperpanjang.

Tuntutan utama pekerja meliputi jaminan keamanan kerja terkait AI dan otomatisasi, bonus lebih besar yang mencerminkan laba Hyundai, transisi dari upah per jam ke gaji tetap, serta hak veto pekerja atas penggunaan robot humanoid.

>>> Banjir Bandang di Texas Hill Country Tewaskan Dua Orang dan Runtuhkan Jembatan

Robot yang dimaksud adalah model 'Atlas' buatan Boston Dynamics, robot humanoid setinggi 6 kaki 2 inci yang mampu mengangkat beban hingga 110 pon.

Meskipun robot tersebut belum dioperasikan, serikat pekerja ingin memastikan perlindungan sebelum otomatisasi berjalan penuh.

Sekretaris Jenderal KMWU, Byun Jun-hwan, mengatakan kepada WSJ bahwa mereka harus bersiap untuk memastikan ada pengaman yang tepat.

>>> Noah Kahan Bawa The Great Divide Tour ke New York, Dua Malam Sold Out di Citi Field

Aksi ini disebut sebagai yang pertama dalam sejarah terkait robot humanoid, menandai momen penting dalam hubungan industrial.