Kacamata AI milik Meta yang dilengkapi kamera tersembunyi telah menjadi kontroversi besar. Banyak pengguna menyalahgunakannya untuk merekam orang tanpa izin, termasuk para pickup artist dan pengganggu lainnya.

Akibatnya, pemilik kacamata ini mulai enggan memakainya di tempat umum karena malu. Meta pun akhirnya bereaksi serius untuk melindungi reputasi produknya.

>>> Pendiri Rockstar Games Dan Houser Bicara Soal Media Fisik vs Digital

Langkah Tegas Meta

Kepala Instagram Adam Mosseri menyatakan bahwa setiap unggahan yang berisi pelecehan akan dihapus. Ia menegaskan bahwa konten yang merugikan orang lain tidak akan ditoleransi.

Dua akun besar pickup artist di Instagram sudah dinonaktifkan karena melanggar aturan ini. Meta mengonfirmasi bahwa akun tersebut dihapus karena mengunggah konten pelecehan yang direkam dengan kacamata AI.

Meski demikian, Meta belum merinci bagaimana kebijakan ini akan ditegakkan secara teknis. Perusahaan juga tidak menanggapi pertanyaan lebih lanjut dari media.

>>> Anthony Mackie Bocorkan Peran Steve Rogers di Avengers: Doomsday

Kacamata ini memicu perdebatan tentang privasi dan persetujuan. Situs Meta menyarankan pengguna untuk mematikan kacamata di tempat sensitif seperti kamar ganti atau toilet umum.

Sebelumnya, Wired melaporkan bahwa Meta diam-diam menambahkan teknologi pengenalan wajah ke kacamata tersebut. Hal ini memicu kontroversi baru, meskipun Meta membantahnya.

>>> Produser Capcom: Remake Resident Evil Bantu Biayai Game Baru Seperti Pragmata

Penyanyi Lorde juga mengkritik kacamata ini saat konser, menyerukan agar orang tidak membelinya. Meta kini berusaha keras mengembalikan kepercayaan publik terhadap produknya.