DJP Tambah 2,7 Juta Wajib Pajak Baru hingga Juni 2026
Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan berhasil menjaring 2.756.803 wajib pajak baru hingga Selasa, 9 Juni 2026.
Penambahan ini merupakan hasil kegiatan ekstensifikasi untuk memperluas basis pajak dan mendongkrak penerimaan negara.
>>> Kemenkop Usulkan Tambahan Anggaran Rp1,34 Triliun untuk Koperasi Desa
Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat DJP, Inge Diana Rismawanti, mengonfirmasi data tersebut pada Selasa, 9 Juni 2026.
Ekstensifikasi menjadi strategi utama DJP untuk memenuhi target penerimaan pajak tahun 2026 sebesar Rp2.357,7 triliun.
Target tersebut membutuhkan pertumbuhan penerimaan pajak 13,5 persen dibandingkan capaian tahun sebelumnya.
Pemerintah memilih fokus pada peningkatan kepatuhan wajib pajak ketimbang menaikkan tarif atau menambah objek pajak baru.
Defisit antara target dan potensi kepatuhan sukarela mencapai Rp562,4 triliun yang harus dikejar otoritas pajak.
Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto menyebut realisasi kepatuhan sukarela baru sekitar Rp1.795 triliun.
>>> Cara Nonton Piala Dunia 2026 di Smart TV via MAXStream TV
Menurut Bimo, lonjakan penerimaan di atas 10 persen secara historis hanya terjadi saat komoditas global booming, seperti tahun 2018, 2021, dan 2022.
Tahun 2026 harga komoditas diproyeksikan melambat, sehingga DJP mengalihkan fokus pada peningkatan tax buoyancy dan perluasan basis pajak.
"Kita harus membangun kepatuhan yang berbasis kepatuhan sukarela yang konsisten dan berbasis tax base yang lebih sustain dibanding commodity," ujar Bimo.
Grafik penambahan wajib pajak baru dalam satu dekade terakhir menunjukkan fluktuasi tajam.
Pada 2017, penambahan mencapai 699.566 wajib pajak, lalu melesat ke 1.044.815 pada 2018, dan rekor tertinggi 1.261.070 pada 2019.
Penurunan tajam terjadi pada 2020 dengan 112.519 wajib pajak baru, dan titik terendah 30.927 pada 2021.
>>> Javier Aguirre Siapkan Timnas Meksiko Jelang Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Tren perlahan berbalik dengan 34.599 wajib pajak pada 2022, melonjak ke 73.631 pada 2023, dan sedikit koreksi menjadi 72.640 pada 2024.
Update Terbaru
BI Rate Naik ke 5,50 Persen, Suku Bunga Kredit Kendaraan Bermotor Terancam Melonjak
Kamis / 11-06-2026, 14:21 WIB
BI Rate Naik Jadi 5,50 Persen, Industri Otomotif Terbayang Dampaknya
Kamis / 11-06-2026, 14:21 WIB
Wahana Makmur Sejati Gelar Promo Pesta Bola, Diskon Skutik Honda hingga Rp1,3 Juta
Kamis / 11-06-2026, 14:21 WIB
DJKN Cegal Tyo Nugros ke Luar Negeri Akibat Piutang Badan Usaha
Kamis / 11-06-2026, 14:21 WIB
Pemerintah Luncurkan Program Desa Mandiri Peduli Mangrove
Kamis / 11-06-2026, 14:21 WIB
Microsoft Bakal PHK 1.000 Karyawan Divisi Xbox Bulan Depan
Kamis / 11-06-2026, 14:17 WIB
Bank Dunia: Kualitas Pekerjaan Buruk Ancam Kelas Menengah Indonesia
Kamis / 11-06-2026, 14:17 WIB
Polri Aktifkan Kembali Satgas Antimafia Bola Jelang Piala Dunia 2026
Kamis / 11-06-2026, 14:17 WIB
Millennium Pharmacon Pertahankan Sertifikasi ISO untuk Genjot Pertumbuhan
Kamis / 11-06-2026, 14:16 WIB
Disdik Jateng Imbau Pendaftar SPMB Segera Verifikasi Berkas
Kamis / 11-06-2026, 14:16 WIB
Ciri Pelaku Pembacokan Palmerah Diduga Pelajar Terekam CCTV
Kamis / 11-06-2026, 14:15 WIB
FIFA Dinilai Terapkan Standar Ganda Soal Tuan Rumah Piala Dunia
Kamis / 11-06-2026, 14:13 WIB
Harga Emas Antam Anjlok Rp 24.000 per Gram pada 11 Juni 2026
Kamis / 11-06-2026, 14:13 WIB
5 Gadget untuk Nobar Piala Dunia 2026 Jadi Lebih Seru
Kamis / 11-06-2026, 14:13 WIB






