Bayang-bayang menara raksasa mulai memanjang saat azan berkumandang di Kota Makkah.

Di pelataran tawaf Masjidil Haram, lautan manusia tidak hanya berdoa, tetapi juga menantikan prosesi sakral yang perlahan tergelar.

>>> Samsung Luncurkan The Frame TV Khusus Hotel dengan Fitur Unggulan

Sejak sore, persiapan agung telah dimulai. Para petugas berseragam khusus mulai bekerja di sekitar bangunan suci berbentuk kubus itu.

Mereka adalah tim ahli pilihan dari otoritas Masjidil Haram yang bertugas melepaskan kain lama dan memakaikan jubah baru untuk pusat kiblat umat Islam.

Menyaksikan prosesi tersebut secara langsung menghadirkan pengalaman spiritual yang sangat mendalam.

Waktu seolah berjalan lebih lambat. Dari sore menuju Maghrib, lalu malam Isya, para petugas bekerja dengan terstruktur, hati-hati, dan penuh penghormatan.

Mereka perlahan melepaskan ikatan demi ikatan yang menahan kiswah lama, bersiap untuk transisi yang menandai pergantian tahun Hijriah.

Puncaknya terjadi menjelang tengah malam.

>>> Samsung Kembali Kuasai Pasar TV Mini LED Amerika Utara Jelang Piala Dunia

Di bawah cahaya lampu Masjidil Haram, kiswah baru dinaikkan sementara yang lama diturunkan bersamaan di keempat sisi Ka'bah.

Kain sutra hitam pekat itu ditarik ke atas bagaikan tirai malam yang menyelimuti Baitullah, memancarkan kilau emas dari sulaman kaligrafi.

Ratusan ribu pasang mata menatap takjub, bibir tak henti melantunkan talbiyah dan selawat menyambut 1 Muharram dengan haru.

Pergantian kiswah bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan peristiwa sarat makna mendalam.

Tradisi mengganti kiswah pada 1 Muharram menjadi simbolisasi kuat bagi umat Islam di seluruh dunia.

Momen spiritual itu dipandang sebagai penanda semangat baru dan proses pencucian diri menyambut tahun baru.

>>> Hornbills ke Final IBL 2026 Berkat Kerja Kolektif Semua Pihak

Ka'bah yang mengenakan balutan kain baru di awal tahun seolah mengajak umat Islam menanggalkan beban masa lalu dan kesalahan.