Akseleran dan Awantunai Tertekan Akibat Kredit Macet
Dua perusahaan fintech lending, Akseleran dan Awantunai, dilaporkan tengah menghadapi tekanan serius terkait keberlangsungan bisnis. Hal ini dipicu oleh pembiayaan bermasalah dan tingginya angka kredit macet.
Krisis ini memicu kekhawatiran besar karena berdampak langsung pada tingkat kepercayaan investor ritel yang menempatkan dana di kedua platform pinjaman daring tersebut.
>>> PHK Naik di Singapura, Lulusan Sarjana Paling Terdampak
Situasi internal perusahaan semakin rumit karena proses pemulihan dana dari debitur bermasalah berjalan lambat, sementara kewajiban pembayaran kepada para lender terus menumpuk.
Langkah Restrukturisasi dan Pengawasan OJK
Manajemen Akseleran sebelumnya telah mengakui adanya persoalan gagal bayar bernilai jutaan dolar AS yang bersumber dari sejumlah borrower.
Dampak dari masalah tersebut memicu pembatasan wewenang tertentu pada pihak manajemen serta memaksa perusahaan menempuh berbagai langkah restrukturisasi demi menjaga operasional tetap berjalan.
Posisi kas Akseleran sempat diperingatkan berpotensi menipis jika proses pemulihan pembiayaan bermasalah tidak berjalan sesuai harapan. Hal ini memunculkan risiko likuidasi atau penghentian operasional.
>>> Suporter Keluhkan Harga Air Mineral Rp150 Ribu di Piala Dunia 2026
Sebagai langkah penyelesaian, perusahaan berupaya menjual aset milik debitur yang gagal bayar untuk mendongkrak pengembalian dana lender. Meski demikian, hasil pemulihan diprediksi belum mampu menutup seluruh kerugian.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan pihaknya terus melakukan pengawasan ketat terhadap proses penyelesaian pembiayaan bermasalah yang melanda Akseleran.
Regulator mencatat sudah ada indikasi pengembalian dana kepada lender, meskipun proses penagihan serta jalur litigasi hukum terhadap debitur bermasalah masih terus berjalan.
>>> Uzbekistan Hadapi Kolombia di Laga Perdana Grup K Piala Dunia 2026
Adapun outstanding pendanaan dari Akseleran saat ini tercatat mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini mengindikasikan telah adanya pengembalian dana kepada pihak investor.
Update Terbaru
Wanita Taiwan Rela Resign Demi Nonton Lionel Messi di Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 12:15 WIB
Ellips Luncurkan Hair Vitamin Khusus Rambut Helai Tipis Anti-Lepok
Rabu / 17-06-2026, 12:14 WIB
Harga Emas Perhiasan di Raja Emas dan Laku Emas Naik 17 Juni 2026
Rabu / 17-06-2026, 12:14 WIB
Oknum TNI Diduga Pukul Karyawan Minimarket di Atambua, Dipicu Kantong Plastik Rp500
Rabu / 17-06-2026, 12:14 WIB
Ekspor Perhiasan Indonesia Melonjak 64,73 Persen Sepanjang 2025
Rabu / 17-06-2026, 12:13 WIB
Alliance Laundry Systems Modernisasi Pabrik Thailand demi Pasar Indonesia
Rabu / 17-06-2026, 12:12 WIB
Jadwal dan Harga Tiket KM Kelud Belawan Juni 2026
Rabu / 17-06-2026, 12:12 WIB
PT Merdeka Battery Materials Tbk Usulkan Perombakan Jajaran Direksi
Rabu / 17-06-2026, 12:12 WIB
Bengkel Spesialis: Biaya Perawatan Peugeot Lawas Masih Terjangkau
Rabu / 17-06-2026, 12:12 WIB
Kementan Bagikan Bantuan Benih Perkebunan Berdasarkan Agroklimat Wilayah
Rabu / 17-06-2026, 12:12 WIB
Rupiah Melemah ke Rp 17.736 per Dolar AS pada Tengah Hari 17 Juni 2026
Rabu / 17-06-2026, 12:12 WIB
Lionel Messi Cetak Hattrick dan Ukir Rekor Baru di Piala Dunia 2026
Rabu / 17-06-2026, 12:09 WIB
Sembilan Tim Lolos Play-Ins FFNS 2026 Fall, Siap Bertarung di Yogyakarta
Rabu / 17-06-2026, 12:09 WIB
Threads Tembus 500 Juta Pengguna Aktif dan Rilis Fitur Komunitas Baru
Rabu / 17-06-2026, 12:09 WIB






