Ia mengingat kembali bagaimana ia sering menyaksikan aksi Messi di lapangan hijau, khususnya saat pertandingan bertajuk El Clasico.

"Ya, saya sering menontonnya sejak masih kecil, saya sering mengikutinya saat ia bermain, terutama melawan Real Madrid, dan itu adalah kenangan yang sangat indah bagi saya dari masa kecil," ungkap Luca Zidane.

Kendati dipenuhi rasa bangga, Zidane menegaskan target utamanya tetap mengincar hasil maksimal demi mengamankan poin di fase grup.

"Kesempatan untuk bermain dan menghadapi Messi adalah sumber kebanggaan, tetapi yang paling penting adalah fokus pada diri kita sendiri dan menghadapi pertandingan pertama ini dengan cara terbaik mungkin demi meraih kemenangan dan memulai turnamen ini dengan baik," pungkas Luca Zidane.

Kondisi Cedera dan Dukungan Keluarga

Mengenai kondisi medisnya, Zidane menyampaikan bahwa proses pemulihan pascacedera berjalan dengan sangat baik sehingga ia bisa kembali berlatih di lapangan hijau.

"Saya baik-baik saja, saya sudah tidak merasakan sakit lagi. Operasinya berjalan baik dan sekarang sudah lima minggu berlalu.

Saya kembali berlatih di lapangan dua minggu lalu dan saya sangat senang," ujar Luca Zidane.

Menurut laporan L'Équipe, Zinedine Zidane bersama anak-anaknya yang lain, yakni Enzo, Theo, dan Elyaz, melewatkan laga pembuka Prancis melawan Senegal di New York demi terbang ke Kansas City guna memberikan dukungan langsung kepada Luca.

>>> Harga Emas Antam 17 Juni 2026 Naik Rp 4.000 Jadi Rp 2.733.000 Per Gram

Dalam pertandingan Grup J tersebut, Argentina akhirnya berhasil mengalahkan Aljazair dengan skor tipis 1-0 lewat gol tunggal yang dicetak oleh Lionel Messi pada laga ke-200 bersama tim nasionalnya.