Harga emas dunia melanjutkan tren penguatan untuk hari kelima berturut-turut pada perdagangan Rabu (17/6/2026).

Pergerakan positif ini dipicu oleh munculnya optimisme terkait kesepakatan damai sementara antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

>>> Austria vs Yordania: Laga Perdana Grup J Piala Dunia 2026

Sentimen tersebut berhasil meredakan kekhawatiran pelaku pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga.

Di sisi lain, para investor saat ini sedang menanti hasil rapat kebijakan moneter dari bank sentral AS atau The Fed.

Nilai komoditas emas terpantau mengalami kenaikan sebesar 0,22% ke posisi US$ 4.340,99 per ons troi saat berita ini ditulis.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus bergerak menguat 0,13% menuju level US$ 4.360,17 per ons troi.

Angin segar bagi pergerakan logam mulia ini berembus setelah rincian draf kesepakatan sementara antara AS dan Iran mulai terungkap ke publik.

Presiden AS Donald Trump menyatakan kesepakatan tersebut akan memastikan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir.

Sementara pejabat AS menyebut Teheran akan diizinkan kembali menjual minyak setelah perjanjian resmi ditandatangani.

Nota kesepahaman yang ditandatangani pekan ini memperpanjang gencatan senjata yang sebelumnya diumumkan pada April selama 60 hari tambahan.

Periode ekstra ini bertujuan memberikan waktu bagi kedua belah pihak untuk merundingkan perjanjian damai permanen.

Kini fokus perhatian pasar tertuju pada pengumuman hasil rapat kebijakan moneter The Fed yang dijadwalkan keluar hari ini.

Pertemuan krusial ini menjadi momen pertama di bawah kepemimpinan Ketua The Fed yang baru, Kevin Warsh.

Sebagian besar pelaku pasar memproyeksikan bahwa bank sentral AS masih akan mempertahankan tingkat suku bunga acuan mereka.