Kendati demikian, investor bakal mencermati proyeksi ekonomi terbaru serta pandangan para pejabat mengenai arah inflasi ke depan.

>>> Marjorie Taylor Greene Kecam Lonjakan Inflasi Akibat Kebijakan Trump

Beberapa analis memperkirakan mayoritas pembuat kebijakan di The Fed tetap memegang pandangan bahwa suku bunga perlu berada di level tinggi sepanjang tahun ini.

Bahkan, sebagian kecil pejabat diprediksi mulai membuka peluang kenaikan suku bunga jika tekanan inflasi kembali melonjak.

Langkah kebijakan suku bunga menjadi instrumen krusial bagi pergerakan emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil.

Kondisi suku bunga yang tinggi biasanya menekan daya tarik emas dibandingkan produk investasi lain yang menghasilkan bunga.

Di tengah ketidakpastian kebijakan moneter global, minat institusi keuangan dunia terhadap kepemilikan emas terpantau masih sangat kuat.

Berdasarkan hasil survei terbaru dari World Gold Council, sebanyak 45% manajer cadangan devisa di berbagai negara memiliki rencana untuk meningkatkan porsi kepemilikan emas institusi mereka dalam kurun waktu 12 bulan mendatang.

Angka persentase tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah pelaksanaan survei.

Data ini sekaligus mencerminkan peningkatan fungsi emas sebagai aset lindung nilai utama di tengah ketidakpastian ekonomi serta ketegangan geopolitik global.

Pergerakan Harga Logam Mulia Lainnya

Selain emas, tren penguatan juga diikuti oleh jajaran produk logam mulia spot lainnya pada perdagangan hari ini.

Harga perak spot tercatat naik sebesar 0,45% menjadi US$ 70,33 per ons.

Kemudian, komoditas platinum bertambah 0,41% ke posisi US$ 1.816,72 per ons, dan paladium menguat 0,22% ke level US$ 1.359 per ons.

Selanjutnya, pelaku pasar akan mengantisipasi rilis beberapa data ekonomi penting yang keluar hari ini.

>>> Marjorie Taylor Greene Kecam Kebijakan Perang Trump di Iran

Data tersebut meliputi angka inflasi Inggris, inflasi kawasan euro, serta laporan penjualan ritel AS yang diprediksi ikut memengaruhi arah kebijakan moneter global.